Pimpinan Tertinggi Susteran Ursulin Kunjungi Melawi

Melawi

Editor Tajil Atifin Dibaca : 541

Pimpinan Tertinggi Susteran Ursulin Kunjungi Melawi
PENYAMBUTAN – Kedatangan pimpinan tertinggi Ursulin Uni Roma, Sr Cecilia di Susteran Ursulin Melawi disambut dengan pengalungan kain khas suku dayak, Sabtu (7/10). Kunjungan yang dilakukan merupakan bentuk perhatian khusus terhadap karya ordo Ursulin di M
NANGA PINOH, SP – Pimpinan tertinggi Ursulin Uni Roma, Sr Cecilia Wang melakukan kunjungan kerja perdana Susteran Ursulin di Melawi, Sabtu (7/10) sore.

Kedatangan Cecilia Wang disambut Sekretaris Daerah Melawi, Ivo Titus Mulyono, Dewan Paroki Nanga Pinoh, Paulus serta sejumlah suster dan para pelajar yang tinggal di dalam asrama Susteran Ursulin. Suster Betty, salah satu pengasuh dan pengelola dalam Susteran Ursulin menerangkan, kedatangan Cecilia Wang dilakukan dalam rangka visitasi para suster ursulin di Indonesia.

“Khusus untuk Melawi, kehadiran pimpinan tertinggi Ursulin sedunia ini merupakan yang pertama kali sejak kami berdiri,” katanya.

Sementara itu, Sekda Melawi, Ivo Titus Mulyono menjelaskan, kunjungan Cecilia Wang lebih untuk melihat apa saja yang telah diperbuat Susteran Ursulin di Melawi. Kunjungan pimpinan tinggi Ursulin yang berbasis di kota Roma, Italia ini merupakan bentuk perhatian khusus terhadap apa saja karya ordo Ursulin di sini. “Ursulin di Melawi ini lebih banyak bergerak di bidang pendidikan, seperti SMA Santa Maria. Nah, beliau ini datang untuk melihat perkembangannya seperti apa,” katanya.

Pemda, lanjut Ivo sangat mendukung apa yang telah diperbuat Susteran Ursulin, khususnya dalam ikut memajukan dunia pendidikan di Melawi. Tahun ini juga, SMA Santa Maria diikut sertakan sebagai wakil Melawi dalam Sekolah Sehat tingkat provinsi.

“Ada partisipasi pemda terkait penataan lingkungan di sana,” katanya. Kedatangan Cecilia Wang inipun diapresiasi oleh Sekda, mengingat ia mau datang mengunjungi Melawi yang begitu jauh dari pusat Ursulin di Roma.

Di Kalbar sendiri ,Susteran Ursulin memang hanya berkarya di Nanga Pinoh. “Di Kalbar ini satu-satunya hanya ada di sini saja. Dan ordo Ursulin memang lebih fokus pada penyiapan pendidikan perempuan, karena itu di sini ada asrama wanita. Itulah bentuk karya sosialnya,” jelasnya. (eko/jee)