DPRD dan Pemkab Sepakati Anggaran Perubahan 2017

Melawi

Editor Kiwi Dibaca : 397

DPRD dan Pemkab Sepakati Anggaran Perubahan 2017
Tanda tangan – Ketua DPRD Melawi, Abang tajudin menandatangani kesepakatan nilai KUA PPAS RAPBD Perubahan Melawi 2017.
NANGA PINOH, SP – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Melawi dan Pemerintah Kabupaten Melawi akhirnya menyepakati nilai Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA PPAS) Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (RAPBDP) tahun 2017.

Ada peningkatan besaran APBD Perubahan Melawi sebesar kurang lebih Rp45 miliar bila dibandingkan dengan APBD Murni 2017.
Pengesahan tersebut dilakukan dalam rapat paripurna DPRD Melawi dengan agenda pengambilan keputusan persetujuan DPRD Melawi tentang KUA dan PPAS RAPBD Perubahan Melawi tahun anggaran 2017, di ruang paripurna Gedung DPRD Melawi, Senin (16/10) siang lalu.

Paripurna  dipimpin Ketua DPRD Melawi, Abang Tajudin, di dampingi Wakil Ketua Kluisen dan Iif Usfayadi, juga dihadiri Bupati Melawi, Panji, Wakil Bupati Melawi, Dadi Sunarya, Sekda Melawi, Ivo Titus Mulyono, anggota DPRD Melawi, pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Melawi dan sejumlah undangan dari berbagai elemen masyarakat di lingkup Pemkab Melawi.
 

Ketua DPRD Melawi, Abang Tajudin mengatakan, hasil pembahasan RAPBDP 2017 untuk ringkasan perubahan dari APBD 2017 adalah total pendapatan sebesar Rp1.240.539.380.447, total belanja sebesar Rp1.260.972.863.355 dan total pembiayaan sebesar Rp20.433.482.908.
 

Sebelumnya, saat Pemkab Melawi menyampikan KUA PPAS APBDP Melawi tahun anggaran 2017 melalui rapat paripurna DPRD Melawi, pendapatan APBD Melawi sebelum perubahan sebesar Rp1,195 triliun lebih, setelah perubahan menjadi Rp1,240 triliun lebih. Mengalami kenaikan sebesar 3,79 persen atau bertambah sebesar Rp 45 miliar.

“Kenaikan APBD disebabkan bertambahnya dana perimbangan dan lain-lain pendapatan yang sah dengan rincian PAD sebelum perubahan ditargetkan sebesar Rp40,8 miliar menjadi Rp62,541 miliar lebih atau naik Rp21,652 miliar lebih. Sedangkan dana perimbangan sebelum perubahan sebesar Rp 978 miliar lebih, naik menjadi Rp 992,069 miliar lebih atau terjadi kenaikan 1.4 persen atau bertambah Rp 13 miliar,” ujar Panji.


Panji menjelaskan, untuk APBDP 2017, anggaran pembangunan fisik masih tetap ada, yakni anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Anggaran Pendapatan Belanja Negara Perubahan (APBNP) yang masuk sebagian besar ke dinas Pekerjaan Umum (PU) bidang irigasi sekitar Rp5 miliar. Jadi kata Panji, prioritas pekerjaan di APBDP 2017 masih tetap infrastruktur.

“Terkait belanja lama yang sifatnya nomentelatur, di antaranya ada yang salah alamat, ada yang salah penempatan atau salah tulis, ini yang kita betulkan,” ucapnya. Kendati demikian, untuk belanja fisik baru yang sudah dianggarkan melalui APBD Murni tidak ada lagi masuk ke APBD Perubahan. Yang ada hanya perbaikan-perbaikan nomenklatur. (eko/jee)

Komentar