Langganan SP 2

Sepanjang Tahun Ini, 19 Kasus Gigitan HPR Terjadi di Melawi

Melawi

Editor Andrie P Putra Dibaca : 84

Sepanjang Tahun Ini, 19 Kasus Gigitan HPR Terjadi di Melawi
Vaksinasi HPR. (Antara foto)
NANGA PINOH, SP – Meskipun belum menelan korban meninggal dunia, Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Melawi terus mewaspadai penyebaran penyakit rabies.

Terlebih, sepanjang medio Januari hingga November ini, terdapat 19 kasus gigitan Hewan Penular Rabies (HPR). Terutama oleh anjing yang dilaporkan ke dinas.

Kabid Peternakan, Distankan Melawi, Nining Yulianti menerangkan kasus gigitan yang dilaporkan tersebut diharapkan bukan karena disebabkan rabies, tapi  karena alasan lain.

“Seperti gigitan terakhir di Nanga Kasai, anjing yang menggigit tersebut masih kenal dengan tuannya. Bahkan sampai sekarang anjing tersebut masih hidup. Bisa jadi ini gigitan karena ada provokasi,” ungkapnya.

Dikatakan Nining, untuk memastikan HPR tertular atau tidak oleh rabies cukup mudah,  anjingnya ditangkap, lalu dikurung selama 14 hari. Jika anjing tersebut tidak mati selama 14 hari tersebut, berarti  hewan ini belum terkena rabies.

“Tidak hanya itu, kalau anjing sudah terkena rabies, perilakunya berbeda, dan sudah tidak kenal dengan tuannya,” ucapnya.

Kasus rabies di Kalbar sendiri pertama kali mewabah dari Melawi. Setelah sosialisasi berkali-kali hingga munculnya kasus gigitan di sejumlah daerah, kini sebagian besar masyarakat sudah mewaspadai rabies ini.

Nining meminta, jika terjadi kasus gigitan, warga agar langsung melapor ke pihaknya untuk menangani kasus gigitan tersebut. Baik memberikan vaksinasi rabies maupun menangani korban gigitan dengan pemberian VAR, walaupun gigitan tersebut belum tentu rabies.

Dari data Distankan, dari 9.860 HPR yang terdata di Melawi, sudah ada 6.832 HPR yang telah diberikan vaksin. Nining menerangkan pemberian vaksin pada anjing memang terus dilakukan sehingga hewan ini kebal dari rabies. (eko)