Perbaikan Jalan Pinoh-Sintang Asal-asalan

Melawi

Editor Kiwi Dibaca : 420

Perbaikan Jalan Pinoh-Sintang Asal-asalan
ANTREAN – Sejumlah kendaraan yang melintasi Jalan Pinoh-Sintang mengantre akibat kendaraan bermuatan amblas di ruas tersebut. Kondisi ini kerap terjadi karena begitu banyaknya lubang, sementara perbaikan oleh UPJJ tak maksimal
NANGA PINOH, SP – Kondisi jalan nasional di ruas Pinoh-Sintang, khususnya sepanjang jalur arah desa Tanjung Tengang hingga Pemuar tak kunjung membaik. Walau sudah ada upaya perbaikan dari Unit Perbaikan Jalan dan Jembatan (UPJJ), masih ada saja kendaraan yang amblas akibat masuk dalam lubang. Kondisi ini pun menuai kritikan.

Salah satu warga yang melintasi ruas jalan Pinoh-Sintang, Veri mengatakan, kondisi jalan sepanjang arah Pemuar sebagian masih tetap berlubang.Bahkan ada yang semakin parah sehingga tak jarang ada kendaraan yang terjebak sehingga membuat lalu lintas macet.

“Seperti saat kemarin saya ke Sintang, banyak mobil yang terpaksa harus antre karena ada kendaraan amblas di jalan tersebut,” keluhnya saat dijumpai di Melawi, Rabu (22/11). Veri mengatakan, kondisi kerusakan jalan sudah dirasakan sejak setahun terakhir.

Tahun-tahun sebelumnya biasanya ada perawatan dan perbaikan dari instansi terkait sehingga kerusakan tidak separah saat ini. “Biasa ada tambal sulam, kalau tahun ini tidak tahu mengapa perbaikannya hanya digusur dan ditimbun dengan pasir dan batu saja. Sehingga saat dilalui kendaraan bermuatan, banyak yang kembali rusak,” katanya.

Sepanjang jalur Nanga Pinoh menuju Sintang, Veri menilai tinggal titik di sekitar Desa Pemuar dan Labang yang saat ini kondisinya masih rusak berat. Padahal, akses tersebut merupakan jalan satu-satunya menuju Kabupaten Melawi. “Hal ini tentu merugikan masyarakat sebagai pengguna jalan. Padahal sebenarnya jalan menuju ke Melawi sudah mulus. Tinggal beberapa kilo lagi yang perlu ditingkatkan,” sarannya.

Terpisah, anggota DPRD Melawi, Malin mengkritisi kinerja UPJJ yang dianggap bekerja asal-asalan dalam memperbaiki ruas ini. Padahal sebenarnya UPJJ sudah menurunkan alat berat untuk memperbaiki jalan. “Kita memang melihat ada alat UPJJ di lapangan. Tapi sepertinya tidak difungsikan dengan maksimal. Ada beberapa titik yang digusur, tapi tetap saja kembali rusak seperti semula karena tak diperbaiki dengan benar,” kritiknya.

Malin sendiri mengetahui bahwa ruas jalan ini bukan menjadi kewenangan kabupaten untuk memperbaikinya karena berstatus jalan nasional. Sehingga UPJJ yang menangani juga kemungkinan dari pusat. “Kita minta perbaikan tidak asal timbun saja atau digusur. Tapi juga bisa dilakukan dengan pengaspalan. Sehingga lebih kuat. Kalau cuma menggunakan pasir dan batu apalagi tak semua lubang ditutup, beberapa hari kedepan pasti rusak lagi,” katanya.

Malin juga mengusulkan agar pemerintah pusat bisa melakukan peningkatan ruas jalan yang tinggal tersisa beberapa kilometer ini sehingga seluruh ruas mulai dari Simpang Pinoh sampai Kota Pinoh bisa lebih mulus. (eko/jee)