Polisi Gerebek Pesta Narkoba di Bengkel Las

Melawi

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 1614

Polisi Gerebek Pesta Narkoba di Bengkel Las
GEREBEK – Polisi Polsek Kotabaru menggerebek sebuah rumah yang digunakan untuk tempat pesta sabu, Minggu (10/12) lalu. Ada lima terduga yang diamankan termasuk tiga paket kecil diduga sabu. (Ist)
MELAWI, SP – Maraknya peredaran narkoba di Melawi tak hanya terjadi di ibukota Nanga Pinoh saja. Distribusi barang haram ini sudah meluas ke daerah, utamanya wilayah hulu Nanga Pinoh seperti di Kotabaru, Kecamatan Tanah Pinoh.

Polsek Kotabaru sendiri baru saja menggerebek pesta narkoba yang digelar di Kotabaru, tepatnya di sebuah bengkel las di Dusun Panura, Desa Batu Begigi, Minggu (10/12) sore lalu. Ada lima terduga yang ikut diamankan dalam operasi yang juga mengamankan beberapa paket kecil sabu-sabu tersebut.

“Kita mendapatkan informasi sedang ada pesta narkoba di sebuah tempat di Kotabaru. Kemudian kita bergerak ke lokasi yang kebetulan merupakan bengkel las sekitar setengah tiga sore. Disana didapati ada tiga orang yang sedang menggunakan narkoba,” kata Kapolsek Kotabaru, Ipda Siswiyono, ditemui di Polres Melawi, Selasa (12/12) siang.

Siswiyono memaparkan tiga orang yang diamankan yakni AH (41), DD (32) serta AS(23). Selain tiga orang terduga pengguna narkoba ini, polisi langsung mengejar sejumlah pemakai lainnya yakni Sy (27) yang kebetulan baru saja pergi dari TKP.

“Terakhir dalam pengejaran berikutnya kita mengamankan LK alias As (35). Beberapa terduga yang kita amankan ini memang sebagai pekerja tukang las di bengkel,” terangnya.

Polsek, lanjut Siswiyono, juga mengamankan tiga paket kecil yang diduga sabu, bong bekas pakai, plastik kecil yang diduga paket sabu yang telah dikonsumsi serta berbagai barang lainnya termasuk uang dari para terduga. Saat ini lima orang yang diamankan sudah dibawa ke Polres Melawi untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Lima-limanya ini warga Kotabaru. Kita masih lakukan pemeriksaan intensif. Artinya siapa yang membeli, siapa yang hanya memakai masih ditelusuri. Tes urine sudah dilakukan, hanya hasilnya belum kita terima,” paparnya.

Polisi, tambah Siswiyono, juga masih menyelidiki sumber narkoba tersebut mulai darimana saja barang tersebut didapatkan. Lima terduga pemakai ini diancam dengan pasal 112 undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika dengan hukuman penjara maksimal 12 tahun.

“Untuk penerapan pasal 114, yakni ikut mengedarkan masih akan menunggu hasil pemeriksaan,” katanya.

Terungkapnya pesta narkoba di Kotabaru memunculkan keprihatinan bagi sejumlah pihak. Ketua KNPI Melawi, Abang Ahmaddin bahkan menerangkan penggerebekan di kecamatan Tanah Pinoh tersebut sudah kedua kalinya terjadi tahun ini.

“Sebagai generasi muda, tentu kita merasa prihatin atas maraknya kasus narkoba di Kotabaru,” katanya.

Ahmaddin juga mengapresiasi langkah Kepolisian Resort Melawi yang sudah menangkap para pemakai narkoba. Harapannya para pihak terkait, termasuk kepolisian, BNN dan pihak terkait untuk dapat meningkatkan kinerja maupun pengawasan terhadap para pengedar dan pengguna narkoba tak hanya di Tanah Pinoh, tapi juga di Melawi secara umum.

“Data yang kita ketahui, salah satu pusat peredaran narkoba terbesar di Melawi ini ada di kecamatan Tanah Pinoh. Makanya Polres Melawi kita harapkan bisa memberikan sosialisasi bahaya dan dampak narkoba, khususnya bagi generasi muda dan terus melakukan pengawasan dan pengungkapan pada jaringan distribusi itu sendiri,” harap anggota DPRD Melawi ini. (eko/bah)