RSUD Melawi Terima Pasien Cuci Darah

Melawi

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 230

RSUD Melawi Terima Pasien Cuci Darah
AKREDITASI - Proses akreditasi Puskesmas Kotabaru beberapa waktu lalu yang juga dihadiri Panji Bupati Melawi. Selain itu, RSUD Melawi juga mengalami kenaikan kelas menjadi tipe C. (Ist)

Lulus Akreditasi Naik Tipe C


Direktur RSUD Melawi, Sien Setiawan
“Sebenarnya RSUD sejak beberapa tahun lalu sudah memiliki alat cuci darah, dan dokter serta perawatnya sudah memilii sertifikat pelatihan, tapi belum bisa dibuka karena belum lulus akreditasi,”

NANGA PINOH, SP – Dua fasilitas pelayanan kesehatan milik Pemerintah Kabupaten Melawi sudah dinyatakan lulus akreditasi. 

Yang pertama adalah RSUD Melawi lulus akreditasi perdana atau bintang satu oleh Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Dengan akreditasi itu, RSUD Melawi dapat menerima pasien cuci darah.

Kemudian Puskesmas Kotabaru di Kecamatan Tanah Pinoh, mendapatkan sertifikat akreditasi tingkat madya. 

Kepala Puskesmas Kotabaru, Ahmad Darmawan yang dihubungi melalui pesan singkat, Rabu (10/1), mengungkapkan rasa syukurnya usai Puskesmas yang ia pimpin berhasil meraih akreditasi madya.

“Ini peran luar biasa semua staf, pembimbing dari Kepala Dinas Kesehatan serta masyarakat Kecamatan Tanah Pinoh,” kata Ahmad.

Pria yang biasa disapa Wawan ini mengatakan, untuk meraih akreditasi ini, memang diperlukan peran lintas sektoral. Mulai dari perangkat desa, serta jajaran kecamatan yang ikut mendukung program dari Puskesmas Kotabaru.

“Termasuk Pemkab, khususnya bupati yang juga ikut memberikan dukungan langsung saat proses penilaian akreditasi dilakukan. Dimana Bupati Panji ikut hadir dalam pembukaan penilaian akreditasi di Puskesmas Kotabaru,” ujarnya.

Puskesmas Kotabaru yang telah memiliki gedung baru serta kini melayani pasien rawat inap juga dilengkapi dengan sejumlah fasilitas baru dan tenaga kesehatan. Hanya menurut Wawan, masih diperlukan tambahan tenaga dokter umum.

“Kita masih kekurangan dokter umum dan dokter gigi. Kalau untuk skill dan tenaga kesehatan, sepertinya sudah cukup,” terangnya.

Sementara itu, untuk RSUD Melawi, akreditasi telah dilakukan pada 28-30 Desember tahun lalu. Direktur RSUD Melawi, Sien Setiawan mengungkapkan setelah dilakukan penilaian RSUD Melawi dinyatakan lulus untuk tingkat perdana.

Dengan lulus akreditasi, maka RSUD Melawi sudah dibolehkan untuk membuka unit hemodialisa atau cuci darah.

“Sebenarnya RSUD sejak beberapa tahun lalu sudah memiliki alat cuci darah, dan dokter serta perawatnya sudah memilii sertifikat pelatihan, tapi belum bisa dibuka karena belum lulus akreditasi,” paparnya.

Dengan lulus akreditasi, RSUD Melawi nantinya bisa meningkatkan kelas rumah sakit dari tipe D ke tipe C. Mengingat berdasarkan Permenkes Nomor 56 Tahun 2014, semua persyaratan untuk naik kelas sudah terpenuhi, seperti bangunan fisik, jumlah dokter umum, dokter spesialis dan paramedis, surat izin operasional,  sertifikat, menara petir, serta adanya IPAL.

“Menaikkan tipe ini cukup ditandatangani bupati. Syarat naik tipe juga rumah sakit sudah terakreditasi dan kita sudah mendapatkannya,” pungkasnya. (eko/ang)

Harus Tingkatkan Pelayanan


Kepala Dinkes Melawi, Ahmad Jawahir mengingatkan proses akreditasi masih merupakan langkah awal yang harus dilalui seluruh Puskesmas maupun rumah sakit. Yang paling penting sebenarnya pelayanan kesehatan juga harus semakin meningkat.

“Tahun lalu sudah tiga Puskesmas terakreditasi. Tahun ini targetnya lima Puskesmas terakreditasi dan 2019 mendatang seluruh Puskesmas di Melawi telah terakreditasi,” katanya.

Ahmad mengungkapkan seluruh Puskesmas juga sudah memiliki gedung yang sesuai dengan Permenkes serta dukungan fasilitas kesehatan yang semakin lengkap dalam dua tahun terakhir.

“Tiga Puskesmas yang dinilai sudah keluar akreditasinya dan dinyatakan lulus madya. Akreditasi ini bukan proses sekali, tapi berkesinambungan. Tujuan akreditasi oleh pusat agar pelayanan kesehatan tidak naik turun, tapi terus stabil karena dimonitor dalam periode tertentu dan akan dilakukan standarisasi kembali secara bertahap,” katanya.

Ahmad juga menerangkan, lulus akreditasi pada rumah sakit tidak ada kaitannya dengan tipe rumah sakit. RSUD Melawi memang sudah mendapatkan akreditasi dengan lulus perdana seperti RS di Sanggau dan Singkawang.

“Kita harapkan tak berhenti sampai tingkat itu saja, tapi terus naik sampai tingkat paripurna.Untuk mencapai kenaikan tipe, tentu tak terkait akreditasi saja, tapi terkait cakupan pelayanan,” ujarnya. (eko/ang)

Ahmad berharap setelah lulus akreditasi, RSUD Melawi bisa menambah layanan spesialisasi. Kedepan rencananya akan ditambah spesialis mata sehingga memenuhi standar untuk meningkatkan tipe RSUD menjadi tipe C. (eko)