Jembatan Laur Rusak Parah, Lubang Menganga Ancam Pengguna Jalan

Melawi

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 268

Jembatan Laur Rusak Parah, Lubang Menganga Ancam Pengguna Jalan
RUSAK - Jembatan Laur di Desa Manggala, Pinoh Selatan, kondisinya sudah membahayakan pengguna jalan. Lantai jembatan di ruas jalan provinsi yang menghubungkan Nanga Pinoh dengan lima kecamatan perhuluan Melawi ini banyak yang rapuh dan berlubang. (Ist)
Dedi Suparjo, Tokoh Pemuda Desa Manggala
“Setau saya dari para tokoh-tokoh dan para orang tua, Jembatan Laur itu dibangun sejak zaman penjajahan Belanda. Dimana sejak dibangun hingga sekarang, jembatan tersebut tidak pernah diperbaiki dan tidak pernah dirawat,”

NANGA PINOH, SP – Jembatan Laur di Desa Manggala, Kecamatan Pinoh Selatan, adalah menjadi akses utama penghubung Jalan Pinoh-Kota Baru. 

Jembatan yang berada di jalan provinsi itu sayangnya belum juga mendapat perhatian dari pemerintah. Padahal, lantai jembatan sudah berkali kali jebol, belum lagi banyak bagian jembatan, termasuk baut yang kerap menghilang.

Dedi Suparjo, tokoh pemuda Desa Manggala mengungkapkan, jembatan ini memang sudah berkali-kali rusak. Jembatan yang membentang di atas Sungai Mangat ini masih memakai kayu sebagai lantai dasar. 

Selama ini masyarakat sekitar yang sering memperbaiki jembatan itu menggunakan material seadanya. Sementara Pemerintah Provinsi Kalbar yang harusnya bertanggungjawab atas jembatan tersebut, belum pernah melakukan perbaikan apapun.

“Setau saya dari para tokoh-tokoh dan para orang tua, Jembatan Laur itu dibangun sejak zaman penjajahan Belanda. Dimana sejak dibangun hingga sekarang, jembatan tersebut tidak pernah diperbaiki dan tidak pernah dirawat,” kata Dedi, saat ditemui di Nanga Pinoh, Kamis (11/1).

Lebih lanjut Dedi mengatakan, kondisi fisik jembatan tersebut kini sudah sangat memprihatinkan, pada rangkanya, banyak sekali baut-baut yang hilang atau sudah lepas. Sementara pada lantainya, banyak lubang di sana-sini. Sehingga dikhawatirkan bisa mengancam pengguna jalan yang melaluinya.

“Lubang-lubang besar sebagian sudah kami tutup menggunakan papan seadanya. Namun masih banyak lubang yang tersebar disana sini. Bahkan baru-baru ini kerusakan kembali terjadi, lubang-lubang yang ada semakin melebar seiring meningkatnya arus lalu lintas,” paparnya.

Seiring semakin membaiknya kondisi jalan provinsi saat ini, kendaraan saat ini lebih memilih untuk melewati jalan provinsi untuk menuju Nanga Pinoh dari daerah perhuluan ketimbang melewati jalan perusahaan milik PT Erna. Peningkatan arus lalu lintas ini dikhawatirkan bisa semakin mempercepat kerusakan jembatan bila tak segera diperbaiki.

“Karena tidak hanya Kecamatan Pinoh Selatan saja yang melalui jembatan tersebut, kendaraan dari Sayan, Tanah Pinoh, Sokan juga melalui jembatan tersebut,” katanya.

Pantauan koran ini di lapangan, kondisi kerusakan jembaatan itu memang sudah cukup parah. Meskipun masih bisa dilewati pengendara, namun tetap harus berhati-hati. Selain harus menghindari lubang yang menganga, kekuatan jembatan tersebut juga sudah mulai berkurang.

Pemkab Diminta Surati Pemprov


Anggota DPRD Melawi, Nur Ilham merasa sangat prihatin dengan kondisi jembatan yang juga tak mendapat perhatian pemerintah provinsi.

“Jalan sudah bagus karena belum lama ini ditingkatkan. Namun jembatannya tidak juga tersentuh. Padahal, selain jalan yang bagus, juga memerlukan jembatan yang kuat dan kokoh untuk membuat kenyamanan arus lalu lintas pengendara,” ucapnya.

Legislator PKB ini berharap, Pemkab Melawi bisa menyurati pihak Pemerintah Provinsi Kalbar untuk segera memperbaikinya. Karena ini menyangkut keselamatan pengendara-pengendara yang merupakan warga masyarakat Melawi.

“Pemerintah Melawi juga harus berupaya mengusulkan perbaikan jembatan tersebut ke provinsi. Jangan hanya karena status jalan tersebut Jalan Provinsi, lalu mengabaikannya. Yang harus dipikirkan, yang menggunakan jembatan dan jalan tersebut warga Melawi,” katanya.

Nur Ilham juga menyarankan agar pondasi jembatan ini kedepannya bisa ditingkatkan, mungkin dengan menggunakan rangka baja mengingat ke depan pastinya tonase kendaraan yang melintas di atas jembatan tersebut juga akan semakin meningkat. (eko/ang)