Jalan Menukung Rusak Parah, Kendaraan Terpaksa Dibantu Alat Berat

Melawi

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 256

Jalan Menukung Rusak Parah, Kendaraan Terpaksa Dibantu Alat Berat
BERLUMPUR – Tampak sebuah kendaraan bersusah payah melewati Jalan Menukung, Melawi, yang berlumpur dan rusak parah, kemarin. (Ist)
Warga Desa Menukung Kota, Alvaro
“Di sini jalan rusak berat, bahkan truk tangki yang membawa minyak untuk PLN Menukung amblas dan harus dibantu alat berat untuk bisa melewatinya,”

NANGA PINOH, SP – Infrastruktur jalan menuju Kecamatan Menukung, Melawi, mengalami kerusakan parah. Curah hujan tinggi membuat jalan yang masih berupa tanah kuning itu berkubang lumpur cukup dalam dan nyaris memutuskan arus transportasi kendaraan.

Warga Desa Menukung Kota, Alvaro mengungkapkan, jalan yang mengalami kerusakan parah rata-rata berada tak jauh lagi dari ibu kota kecamatan. Terparah berada di daerah Bodong, Desa Lihai. 

“Di sini jalan rusak berat, bahkan truk tangki yang membawa minyak untuk PLN Menukung amblas dan harus dibantu alat berat untuk bisa melewatinya,” kata Alvaro di Nanga Pinoh, Rabu (17/1).

Sebenarnya sebagian besar jalan menuju Menukung sudah banyak diperbaiki bahkan beraspal mulus. Pasalnya dua tahun terakhir dilakukan pengaspalan mulai dari Jembatan Landau Mumbung hingga persimpangan Bondau, di daerah Ella Hulu.

“Hanya dari aspal terakhir sampai ke Bodong masih berupa jalan Sirtu (pasir dan batu). Sisanya sampai ke Desa Menukung Kota yang masih berupa jalan tanah. Hanya di beberapa tanjakan sudah dibuat beton,” katanya.

Masyarakat berharap pemerintah melanjutkan peningkatan jalan sampai ke Kota Menukung, sehingga tak lagi banyak titik jalan rusak yang membuat kendaraan amblas karena lumpur. 

“Ya, walau tak diaspal, masyarakat sebenarnya minta sebaiknya dilakukan Sirtu sampai ke Menukung. Kalau diaspal tak sampai ke Menukung,” harapnya.

Ia pun berharap ada perhatian dari pemerintah termasuk pihak perusahaan perkebunan yang beroperasi di wilayah Menukung. Setidaknya untuk melakukan rehab dan perbaikan agar ruas jalan ini bisa dilalui dengan aman oleh masyarakat.

“Karena saat rusak, jalan ini pun sulit dilalui kendaraan double gardan sekalipun. Sehingga menyulitkan angkutan sembako atau masyarakat yang akan ke Nanga Pinoh,” keluhnya.

Selain jalan, warga juga mengeluhkan kondisi Jembatan Imat yang belum bisa dilalui kendaraan. Saat ini jembatan yang baru dibuat dalam bentuk rangka baja belum dilakukan penimbunan pada dua sisi ujungnya sehingga terpaksa masyarakat melewati Jembatan Imat yang lama.

“Semoga ini bisa segera dikerjakan oleh pemerintah. Karena jembatan yang lama rentan terkena banjir dan kondisinya juga sudah rusak,” katanya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Melawi, Makarius Horong berujar, pembangunan jalan menuju arah Menukung memang mendapat prioritas dalam beberapa tahun terakhir. Dalam dua tahun ini bahkan dari Jembatan Landau Mumbung sudah dilakukan peningkatan dengan dana mencapai puluhan miliar.

Dan tahun 2018 ini pun Horong meyakini pemerintah akan melanjutkan perbaikan jalan itu,walau memang belum sampai ke Kota Menukung.

“Pekerjaan jalan pengaspalan dari Landau Mumbung ke arah Menukung sudah selesai dikerjakan tahun 2017 lalu,” katanya.

Pekerjaan Dinilai Lamban


Anggota DPRD Melawi, Mulyadi menyesalkan peningkatan ruas jalan menuju Menukung tak juga selesai tahun lalu. Padahal dana yang dikucurkan senilai Rp20 miliar di tahun 2017 serta Rp17 miliar di tahun 2016. Dia menilai, harusnya dana-dana tersebut bisa dipakai untuk memuluskan jalan sampai ke Menukung Kota.

“Selama ini nomenklatur anggarannya kan selalu disebutkan sampai ke Menukung. Tapi sudah dua tahun ini ternyata tak juga aspalnya sampai ke Menukung. Hanya sampai Bondau saja. Sisanya dari Bondau sampai Simpang Bodong masih Sirtu,” katanya.

Mulyadi mengungkapkan aspirasi masyarakat di Menukung sebenarnya berharap ruas jalan menuju Menukung ini bisa selesai. Walau tak beraspal, yang terpenting jalan ini bisa dilewati dan tak lagi ada kerusakan parah.

“Walau cuma Sirtu, masyarakat harapannya jalan ini bisa sampai mulus sampai ke Menukung walau hanya pengerasan. Jangan diaspal tapi putus di tengah. Hanya memang yang lebih tahu, ini adalah dinas teknis,” katanya.

Kini dengan rusaknya ruas jalan ke Menukung, dia  berharap ada tindak lanjut dari pemerintah. Setidaknya melalui UPJJ yang bisa turun untuk memperbaiki titik-titik yang rusak. Jangan sampai UPJJ justru menjadi lahan untuk menghabiskan anggaran semata, seharusnya difungsikan untuk memperbaiki jalan yang rusak berat seperti sekarang.

“Kemarin saya pulang untuk Natal memang kondisinya rusak berat. Sampai bemper mobil lepas karena saking dalamnya lubang.  Kita minta ini segera ditangani. Tapi jangan asal timbun saja karena ini lumpur,” katanya. (eko/ang)