Polda Kalbar Periksa Proyek Jalan Ella-Nanga Kalan

Melawi

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 1067

Polda Kalbar Periksa Proyek Jalan Ella-Nanga Kalan
TAK SELESAI – Tampak proyek pembangunan Jalan Ella-Nanga Kalan Melawi, yang dibangun dengan dana Rp4,6 miliar. Paket jalan beton ini tak selesai 100 persen dan kini mulai diperiksa Polda Kalbar. (Ist)
NANGA PINOH, SP – Proyek Jalan Ella-Nanga Kalan, Melawi, yang tak selesai dikerjakan tahun 2017 dikabarkan mulai diperiksa Polda Kalbar. Proyek senilai Rp4,6 miliar ini kerap kali mendapat perhatian masyarakat karena sejumlah pekerjaan yang tak tuntas serta munculnya isu pencairan dana yang sudah mencapai 100 persen.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Melawi, Makarius Horong ditemui di kantornya, Kamis (25/1) membenarkan adanya pemeriksaan dari Polda Kalbar terhadap proyek Ella-Nanga Kalan.

“Ya, tadi mereka ada datang untuk meminta sejumlah berkas-berkas terkait proyek Jalan Ella-Nanga Kalan. Dokumen termasuk berita acara pembayaran nanti kita berikan,” kata Horong.

Horong memaparkan proyek Jalan Ella-Nanga Kalan memang kerap menjadi pemberitaan di sejumlah media. Proyek ini sempat dikabarkan sudah dibayar 100 persen padahal pekerjaan di lapangan tak selesai.

“Tidak seperti itu. Kita hanya membayar 50 persen saja dari pagu. Ada berita acaranya. Dokumen ini yang diminta sebagai bukti bahwa memang pencairan dana proyek tersebut belum 100 persen,” jelasnya.

Proyek Ella-Kalan sendiri menjadi salah satu dari tiga proyek besar yang gagal diselesaikan tahun lalu. Proyek yang didanai melalui dana alokasi khusus (DAK) 2017 ini tak terbayarkan karena penyerapan dan realisasi di lapangan tak mencapai target hingga batas waktu kontrak yang ditetapkan.

“Ya pekerjaan sampai di situ saja, karena kontrak sudah berakhir. Karena ini pakai DAK. Bahkan, kalau seolah-olah, sebenarnya Pemda bukan bayar kontraktor 100 persen, tapi justru dengan realisasi sekarang Pemda yang berutang,” katanya.

PU membayar pekerjaan sesuai dengan realisasi di lapangan. Laporan termin proyek tentu harus dilihat langsung dengan pekerjaan. Sementara proyek Ella-Kalan hanya mampu dibayarkan 50 persen saja.

“Karena penyerapan progress tidak mampu dan sisa hutang ini tak diluncurkan pusat lagi. Kita juga tak bisa buat pengakuan hutang karena pengakuan hutang bisa dibuat kalau pekerjaan selesai 100 persen,” jelasnya.

Proyek Ella-Nanga Kalan merupakan paket jalan dengan CTB dengan panjang awal 1.780 meter. Namun dalam pelaksanaan dilakukan CCO (Contrack Change Order) sehingga panjang jalan beton berkurang menjadi 1.628 meter.

“Pengurangan dilakukan karena ada pekerjaan pelebaran jalan serta penimbunan pada sejumlah ruas yang rusak,” kata Kabid Bina Marga PUPR, Edi Lugito.

Edi menerangkan kemudian PT Nutrimas Indo selaku pelaksana hingga berakhirnya masa kontrak hanya berhasil menyelesaikan jalan beton sepanjang 1.215 meter saja. Sisa 400 meter ini yang gagal diselesaikan dan saat ini masih berupa jalan tanah.

“Total realisasi proyek untuk beton sudah mencapai 73 hingga 74 persen. Belum pelebaran jalan. Hanya proyek ini baru dibayarkan 50 persen. Sisanya belum,” terangnya.

Terkait informasi adanya pekerjaan usai kontrak habis, hal tersebut dilakukan pihak pelaksana untuk memanfaatkan sisa material yang masih ada di areal proyek.

“Terkait pembayaran, seharusnya pihak pelaksana sudah dibayar Rp3 miliar lebih. Tapi realisasinya sampai sekarang baru Rp2,3 miliar,” terangnya. (eko/ang)