Panwaslu Paparkan Temuan dalam Proses Coklit

Melawi

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 423

Panwaslu Paparkan Temuan dalam Proses Coklit
Ilustrasi. Net
NANGA PINOH, SP - Proses Pencocokan dan Penelitian (Coklit) data pemilih oleh Panitia Pemuktahiran Data Pemilih (PPDP) masih berjalan hingga 18 Februari mendatang. Dalam pelaksanaan di lapangan, Panwaslu masih menemukan berbagai permasalahan dalam proses tersebut.

Koordinator Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga, Panwaslu Kabupaten Melawi, Hamka  mengatakan, pengawasan di Panwaslu itu dilakukan secara bertingkat, dari desa, kecamatan dan kabupaten. 

“Khusus untuk proses pelaksanaan Coklit ini diawasi oleh PPL dan Pengawas Kecamatan (Panwascam),” ungkapnya, Selasa (13/2).

Dikatakan Hamka, sepanjang pelaksanaan proses Coklit yang dilakukan olah PPDP tersebut berlangsung di lapangan, memang tidak dipungkiri, ada temuan dari pihak Panwas maupun laporan langsung kepada jajaran Panwas. 

“Laporan tersebut terkait ketidak pahaman beberapa PPDP, seperti kurang paham tentang disabilitas,” ucapnya.

Menurutnya ada kesalahpahaman terkait disabilitas tersebut sehingga ada beberapa TPS di kolom stiker yang seharusnya hanya diisi kalau ada warga penyandang disabilitas atau cacat namun diisi oleh petugas, sementara orang di TPS tersebut tidak ada penyandang disabilitas. 

“Mereka menganggap disabilitas itu jumlah  total pemilih. Pada Minggu lalu kesalahan tersebut sudah selesai diperbaiki,” tuturnya.

Selain itu, juga ditemukan PPDP belum menempelkan A2KWK atau stiker dirumah warga yang sudah dilakukan Coklit. Kata dia, dari sekian temuan tersebut, pihaknya sudah minta kepada Panwascam sesuai kewenangannya untuk menyelesaikannya  ditingkat mereka yakni di tingkat kecamatan. 

“Sekarang temuan-temuan tersebut sudah berhasil diselesaikan semua,” ujarnya.

Hamka pun menerangkan dalam proses Coklit ini, secara prosedural hasilnya sudah diinput oleh Panwas. Hanya memang proses ini masih berjalan.

“Sejauh ini koordinasi antara Panwascam dan PPK di kecamatan sangat baik, sehingga ketika ada persoalan mereka bisa menyelesaikan masalah ditingkat kecamatan, tanpa harus dibawa ke tingkat provinsi,” katanya.

Hamka juga meminta kepada warga supaya lebih pro aktif saat proses coklit. Kalau nama dalam anggota keluarganya yang sudah cukup umur untuk menyampaikan hak pilihnya tapi belum terdaftar, bisa menghubungi petugas terdekat seperti ke PPL di desa maupun Panwascam. (eko/ang)