Kesepakatan Ulang Perbaikan Jalan Pinoh-Ella

Melawi

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 189

Kesepakatan Ulang Perbaikan Jalan Pinoh-Ella
JALAN RUSAK - Sejumlah kendaraan terjebak dalam lubang dan lumpur yang di Jalan Pinoh-Ella, Melawi, baru-baru ini. Saat ini pemerintah daerah dan perusahaan kembali menyepakati perbaikan jalan tersebut. (Ist)

Perusahaan-Pemkab Sepakati Penanganan Bersama


Panji, Bupati Melawi
“Ini jalan kabupaten. Dengan kondisi hujan serta kendaraan perusahaan yang kerap melintas membuat jalan itu rusak parah,”

NANGA PINOH, SP – Pemkab Melawi bersama sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit kembali membuat kesepakatan menangani perbaikan Jalan Pinoh-Ella. Kesepakatan ini dibuat setelah bertemunya Bupati Panji bersama jajaran dengan perwakilan perusahaan, kemarin.

“Ini jalan kabupaten. Dengan kondisi hujan serta kendaraan perusahaan yang kerap melintas membuat jalan itu rusak parah,” kata Panji.

Panji menyatakan, tak ingin ada yang harus disalahkan. Pemkab hanya ingin membangun kebersamaan dan rasa tanggung jawab karena jalan tersebut digunakan bersama-sama.
Nantinya, setiap perusahaan akan berkontribusi dalam perbaikan, baik untuk mengeluarkan alat berat atau dump truk untuk angkutan material, hingga bahan bakar. 

“Jangan sampai nanti tumpang tindih dengan dana kas daerah. Karena kalau kita menggunakan dana pemerintah, bisa tumpang tindih dengan dana yang Rp3,5 miliar untuk peningkatan jalan di sana,” terangnya.

Begitupula, mengapa Panji tak mengerahkan Unit Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (UPJJ) dalam perbaikan tersebut. Ditakutkan nantinya akan tumpang tindih dengan peningkatan dana APBD 2018, maka yang dibangun melalui UPJJ juga justru tak kelihatan.

“Takut nanti dianggap tumpang tindih, mana yang UPJJ, mana yang lewat DAK 2018. Jadi kita gunakan swakelola untuk perbaikan jalan bersama agar tak ada tumpang tindih serta tak ada kesalahan yang tidak kita sengaja dari sisi hukum maupun administrasi,” jelasnya.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Melawi, Makarius Horong mengatakan perbaikan akan dimulai Kamis (14/2) ini. Dinas PU mengeluarkan alat berat Sedangkan perusahan membantu angkutan material yang diambil dari lahan milik PT Erna.

“Perbaikan ini belum diketahui berapa hari selesai. Tapi ditargetkan ini diselesai maksimal 10 hari,” katanya.

Perbaikan jalan kedua ini diawasi langsung Dinas PUPR. Sementara perusahaan hanya membantu membawa material serta minyak untuk alat berat yang digunakan. Di lapangan, perbaikan ini hanya bersifat fungsional saja.

“Kita hanya untuk fungsional saja. Bukan secara teknis PU. Karena kalau berdasarkan teknis memerlukan dana yang besar,” ucapnya.

Dalam berita acara kesepakatan yang ditandatangani enam perusahaan disebutkan PT Sari Bumi Kusuma (SBK) membiayai BBM peralatan PU, kemudian PT Adau Agro Kalbar menyumbang dua unit dump truk, PT SMS menyumbang empat unit dump truk dan TLB, PT Citra Mahkota menyumbang satu unit excavator, empat unit dump truk dan satu unit TLB, PT Palma menyumbang dua unit dump truk, serta PT BPK menyumbang dua unit dump truk.

Ruas Alternatif Bisa Dilewati


Kadis PUPR Melawi, Makarius Horong mengungkapkan, ruas alternatif yang dibangun di dekat Logpon milik PT 88 dan menembus simpang Lengkong juga sudah hampir selesai diperbaiki. Jalan alternatif ini mengambil rute Simpang Lengkong, Kelakik, hingga menembus BTN dan RSUD Melawi.

“Perbaikannya sudah 80 persen. Tapi sudah bisa dilewati, jadi masyarakat juga sudah banyak yang melewati jalan ini,” terangnya.

Jalan alternatif penghubung Pinoh-Ella juga hanya diperuntukkan bagi masyarakat saja. Truk pengangkut CPO maupun TBS dilarang melalui jalan tersebut. Ruas ini juga hanya diperuntukkan untuk angkutan sembako milik masyarakat serta sepeda motor dan mobil bertonase rendah.

“Kita juga sudah koordinasi dengan masyarakat dan aparatur desa setempat. Jadi nanti disana akan dipasang portal. Ini sudah kesepakatan dengan warga. Jadi ini untuk menghindari jalan ini dilewati truk tangki atau sawit,” katanya.

Senada dengan Horong, anggota DPRD Provinsi Kalbar, Amri Kalam meminta masyarakat disekitar ruas jalan alternatif untuk ikut berpartisipasi dengan menjaga dan mengantisipasi agar jalan tersebut tak dilalui kendaraan yang bermuatan berat.

“Utamakan jalan alternatif tersebut untuk kelancaran akses masyarakat kecil ke kota Nanga Pinoh yang menggunakan sepeda motor dan mobil-mobil masyarakat yang mengangkut kebutuhan sembako dengan muatan kapasitas sedang dan ringan,” pesannya. (eko/ang)