BPBD Siapkan Status Siaga Bencana Satu Tahun

Melawi

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 137

BPBD Siapkan Status Siaga Bencana Satu Tahun
TUTUP MUKA – Seorang anak menutup mukanya melihat sejumlah petugas memadamkan api yang membakar lahan di Kubu Raya, belum lama ini. Untuk mengantisipasi bencana asap, BPBD Melawi menyiapkan status siaga Karhutla selama satu tahun. (Dok SP)

Antisipasi Karhutla di Melawi


Siaga bencana asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) sudah disiapkan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Melawi sebagai langkah antisipasi memasuki musim kemarau. Status ini bahkan diberlakukan dalam kurun waktu setahun, tak seperti pada tahun tahun sebelumnya yang baru dipersiapkan hanya bila ada kasus Karhutla.

SP - Kepala Pelaksana BPBD Melawi, Syafarudin mengungkapkan, surat status siaga bencana ini memang sudah diinstruksikan langsung oleh BPBD Provinsi Kalbar ke seluruh kabupaten.

"Untuk di Melawi status siaga Karhutla sudah kita siapkan dan sudah ditandatangani bupati. Nantinya akan berlaku untuk satu tahun," terangnya.

Penerapan siaga Karhutla, kata Syafar dikarenakan saat ini sudah mulai memasuki musim kemarau. Walau tak mengesampingkan siaga banjir dan longsor, khusus Karhutla memang sudah diinstruksi langsung dari provinsi.

“Status siaga sudah dipersiapkan, hanya tinggal Rakor (rapat koordinasi) yang belum kita lakukan,” katanya.

Syafar melanjutkan, terkait langkah-langkah mengantisipasi Karhutla nantinya akan dibahas dalam Rakor yang juga akan melibatkan lintas instansi. Saat ini, BPBD juga mendata peralatan yang dimiliki.

“Kita juga mengimbau masyarakat untuk berhati-hati saat membakar lahan. Kalau memang ada yang ingin membakar, sebaiknya melapor. Walau hanya sedikit luas lahan yang dibakar, mengingat musim sekarang mulai panas, perlu ada antisipasi,” katanya.

Hotspot atau titik panas di Melawi masih belum ada. Pihaknya juga akan berkoordinasi dengan pihak Manggala Agni sebagai antisipasi Karhutla tahun ini.

Syafar juga mengungkapkan, sejumlah arahan dari BPBD Provinsi Kalbar diantaranya meminta setiap kabupaten mengaktifkan pos lapangan serta meminta BPBD memfasilitasi apabila sudah ada SK status siaga Karhutla serta penyertaan dana yang tersedia. Dalam arahan ini juga disebutkan bahwa Polri akan menindak tegas pelaku Karhutla sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. 

Sebelumnya Kapolda Kalbar, Irjen Pol Didi Haryono mengatakan, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) telah ditetapkan berstatus darurat.

Kapolda juga menyampaikan bahwa dirinya telah sepakat bersama dengan Pangdam XII Tanjungpura, bahwa Karhutla saat ini telah berstatus darurat. Sehingga perlu adanya kebersamaan untuk peduli terhadap penanggulangan Karhutla, khususnya di wilayah Kalbar.

“Hampir seluruh kabupaten ada karhutla-nya, sehingga sudah sepantasnya sekarang kita sudah cepat mengantisipasi dan menanggulangi,” ujarnya.

Untuk itu, dia mengimbau kepada masyarakat yang menemukan pelaku pembakar lahan yang tidak bertanggungjawab, agar melakukan penangkapan bersama terhadap pelaku.

Piahaknya bersama TNI akan menginventarisir siapa pemilik lahan yang terbakar, untuk dimintai pertanggungjawabannya melalui kepala desa. (eko susilo/anugrah/ang)