MTQ VII Diharap Jadi Syiar Agama

Melawi

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 241

MTQ VII Diharap Jadi Syiar Agama
PIALA - Penyerahan piala juara umum dari Kecamatan Pinoh Utara ke Bupati Melawi Panji, di Lapangan Sungai Durian, Desa Tiong Keranjik, Kecamatan Belimbing Hulu, resmi dimulai, Selasa (20/2) malam. Piala itu kemudian diserahkan kembali pada Ketua Panitia M

Yang Terbaik Ikut MTQ Tingkat Provinsi


Dadi Sunarya, Ketua LPTQ Melawi
“MTQ VII Tingkat Kabupaten Melawi ini digelar dalam rangka menyeleksi peserta terbaik dari seluruh kecamatan yang nantinya akan diutus mewakili Melawi dalam MTQ XXVII tingkat Provinsi Kalbar di Mempawah, Juli mendatang,”

NANGA PINOH, SP – Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke VII tingkat Kabupaten Melawi yang digelar di Lapangan Sungai Durian, Desa Tiong Keranjik, Kecamatan Belimbing Hulu, resmi dimulai, Selasa (20/2) malam. 

Sebanyak 11 kafilah dari 11 kecamatan membawa puluhan qori-qoriah terbaiknya untuk mengikuti berbagai ajang kejuaraan yang berlangsung selama lima hari ke depan. MTQ pun diharapkan tak cuma sekadar tradisi rutin dua tahunan, namun menjadi ajang syiar kalam Illahi dan dakwah.

Hal tersebut dipesankan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Melawi, Rohadi saat memberikan sambutan di malam pembukaan MTQ yang dihadiri ratusan peserta serta tamu undangan.

“MTQ sudah seharusnya jangan dianggap hanya sebuah tradisi tanpa adanya kesan dakwah. Sepatutnya kita memperbaharui dan memantapkan niat penyelenggaraan MTQ dalam rangka ibadah karena yang disyiarkan adalah kalam Illahi, ayat-ayat suci Al Quran,” katanya.

MTQ juga diharap menjadi sarana menumbuhkan semangat mempelajari serta tekun membaca dan mengamalkan ajaran Al Quran di tengah derasnya arus informasi melalui media saat ini. MTQ harus menjadi ajang audisi bibit-bibit berbakat dalam seni Al Quran yang nantinya akan ikut mensyiarkan seni baca Al Quran di tengah-tengah masyarakat.

“Semoga lantunan merdu ayat suci Al Quran yang membuka perhelatan MTQ VII di Belimbing Hulu ini menjadi angin segar kita semua di tengah maraknya industri pertelevisian,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Melawi, Dadi Sunarya menerangkan, pelaksanaan MTQ tak bisa berjalan sukses tanpa dukungan panitia serta masyarakat. Ia juga berterima kasih pada seluruh LPTQ kecamatan bersama Kantor Urusan Agama (KUA) setempat yang telah berpartisipasi menyeleksi dan mengirim peserta-peserta terbaiknya dalam menyukseskan MTQ tingkat kabupaten.

“MTQ VII Tingkat Kabupaten Melawi ini digelar dalam rangka menyeleksi peserta terbaik dari seluruh kecamatan yang nantinya akan diutus mewakili Melawi dalam MTQ XXVII tingkat Provinsi Kalbar di Mempawah, Juli mendatang,” katanya.

Dadi yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Melawi ini meminta seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas dan menerima segala keputusan dewan hakim. Bagi yang berhasil mendapatkan juara agar tak terlalu bangga dan puas dengan prestasi yang diperoleh.

“Teruslah berlatih untuk meningkatkan kemampuan guna mempersiapkan diri pada ajang MTQ provinsi mendatang. Yang belum berhasil jangan berkecil hati, karena masih banyak kesempatan yang dapat di masa mendatang,” pesannya.

Sementara itu, Ketua Panitia MTQ VII Melawi, Midi Amin menerangkan 11 kafilah yang berpartisipasi dalam MTQ kali ini mengirimkan total 637 peserta yang akan mengikuti berbagai cabang lomba yang digelar 20-24 Februari.

Untuk jenis perlombaan diantaranya tilawah dewasa, tilawah remaja, tilawah anak-anak, murottal dewasa dan sahril quran putra/putri, hifzil quran satu juz, lima juz dan 10 Juz, murottal remaja, tartil anak-anak, khat dekorasi, hiasan mushab, naskah dan kontemporer.

Adapun lokasi perlombaan menggunakan mimbar utama, Masjid Al-Amin, SDN 02 Nanga Keberak dan SMPN 3 Belimbing Hulu.

“Dewan hakim berjumlah 35 orang terdiri dari 33 orang dari Melawi, dari Sintang satu orang dan dari Provinsi Kalbar satu orang,” pungkasnya.

Jaga Kerukunan Umat Beragama


Bupati Melawi, Panji saat membuka MTQ VII tingkat Kabupaten Melawi menyampaikan sejumlah pesan, diantaranya pelaksanaan MTQ selain menjadi media dakwah dan syiar Islam tentu juga menjadi daya dorong untuk percepatan pembangunan di bidang kerohanian dan peningkatan kualitas spiritual masyarakat.

“Menjaga kerukunan antar umat beragama dan menjamin tiap warga memeluk agama dan kepercayaannya dapat diwujudkan melalui MTQ ini. Hubungan silaturahmi antar umat beragama harus terus terjalin dan tetap dipertahankan. Hargai dan hormati serta ciptakan rasa aman dan damai,” katanya.

Panji juga mengingatkan menjelang tahun politik 2018 dan 2019, ia berharap agar seluruh elemen masyarakat menjaga suasana kondusif. Jangan mudah terpecah belah atas keinginan oknum tertentu yang menginginkan keuntungan politik sesaat.

“Berbeda pilihan saat Pemilu adalah hal biasa. Tetapi bersatu dengan tujuan bersama membangun bangsa tanpa memandang latar belakang dan indentitas sosial adalah hal yang luar biasa,” pesannya.

Ditambahkan Panji, dirinya mengingatkan agar masyarakat tak mudah terpengaruh atau terpecah belah karena isu-isu SARA yang kerap muncul dalam perhelatan pesta demokrasi. Ia juga menegaskan jangan membawa politik identitas dalam memilih pemimpin.

“Kita tidak memilih pemimpin agama, kita tak memilih pemimpin suku. Kita memilih pemimpin yang memang kita nilai mampu memimpin dan memiliki kemampuan terbaik,” pungkasnya. (eko/ang)