Jalan Pinoh-Sintang Minim Perhatian, Banyak Lubang dan Berlumpur Sulitkan Pengendara

Melawi

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 212

Jalan Pinoh-Sintang Minim Perhatian, Banyak Lubang dan Berlumpur Sulitkan Pengendara
URAI MACET – Tampak personel Satlantas Polres Melawi melakukan pengaturan Jalan Pinoh-Sintang untuk mengurai kemacetan akibat truk amblas. Jalan utama yang menghubungkan dua kabuten tersebut hingga kini masih minim perhatian. (SP/Eko)
Rudi Permana, Warga Belimbing
“Hal ini karena jalan-jalan itu masih pengerasan, sedangkan banyak truk yang lewat. Tentu rawan ambal dan akhirnya pasti macet panjang,”

NANGA PINOH, SP – Jalan Raya Nanga Pinoh-Sintang masih minim perhatian pemerintah. Hingga saat ini belum juga dilakukan perbaikan secara serius. Padahal jalan tersebut merupakan salah satu akses utama dalam menghubungkan dua kabupaten, Melawi dan Sintang.

Sebagian jalan yang masih berupa pasir dan batu atau masih tahap pengerasan tersebut semakin parah ketika hujan turun dan membuat jalan menjadi berlumpur sehingga truk-truk kendaraan pengangkut logistik atau pun buah sawit menjadi amblas. Tak pelak kemacetan panjang pun terjadi. 

Rudi Punama, warga Kecamatan Belimbing, Melawi, mengungkapkan kemacetan di ruas jalan Sintang – Pinoh sudah kerap terjadi di sepanjang jalur mulai dari Polres Melawi hingga arah Pemuar. 

“Hal ini karena jalan-jalan itu masih pengerasan, sedangkan banyak truk yang lewat. Tentu rawan ambal dan akhirnya pasti macet panjang,” katanya. 

Kerusakan Jalan Pinoh-Sintang memang sudah terjadi sejak lama. Walau kerap diperbaiki, jalan ini kembali rusak karena hanya dilakukan perbaikan seadanya. Itu juga lebih banyak menggunakan tanah laterit dan batu seadanya.

“Sementara kendaraan yang melintasi rata-rata bertonase berat. Kemacetan seperti ini juga terjadi pada dalam beberapa hari terakhir,” katanya.

Sementara warga lain, Veri mengatakan, kondisi jalan sepanjang arah Pemuar sebagian masih tetap berlubang. Bahkan ada yang semakin parah sehingga tak jarang ada kendaraan yang terjebak sehingga membuat lalu lintas macet.

Tahun-tahun sebelumnya biasanya ada perawatan dan perbaikan dari instansi terkait sehingga kerusakan tidak separah saat ini. 

“Biasa ada tambal sulam, kalau tahun ini tidak tahu mengapa perbaikannya hanya digusur dan ditimbun dengan pasir dan batu saja. Sehingga saat dilalui kendaraan bermuatan, banyak yang kembali rusak,” katanya.

Sepanjang jalur Nanga Pinoh menuju Sintang, Veri menilai tinggal titik di sekitar Desa Pemuar dan Labang yang saat ini kondisinya masih rusak berat. Padahal, akses tersebut merupakan jalan satu-satunya menuju Kabupaten Melawi. 

“Hal ini tentu merugikan masyarakat sebagai pengguna jalan. Padahal sebenarnya jalan menuju ke Melawi sudah mulus. Tinggal beberapa kilo lagi yang perlu ditingkatkan,” sarannya.

Anggota DPRD Melawi, Malin, mengkritisi upaya perbaikan dari pemerintah pusat yang belum terlihat hingga kini, padahal kerusakan Jalan Sintang-Pinoh, terutama dari ruas Bukit Matok di Desa Pemuar hingga arah desa Tanjung Tengang, kecamatan Nanga Pinoh sudah lama terjadi.

“Sudah berkali-kali disuarakan, tapi perbaikan juga belum ada kelihatan. Selama ini perbaikan lebih banyak dilakukan swadaya oleh masyarakat dengan peralatan seadanya,” keluhnya.

Malin berharap, Pemkab Melawi harus kembali melakukan komunikasi ke pusat agar bisa dilakukan perbaikan untuk menanggulangi sejumlah titik yang kerap berlubang. Atau bisa mengambil inisiatif melakukan perbaikan dengan melibatkan pihak swasta seperti yang dilakukan pada ruas Pinoh-Ella.

“Karena kemacetan ini menimbulkan kerugian bagi banyak orang. Angkutan barang dan orang datang terlambat, belum lagi kerusakan kendaraan dan kerugian waktu karena terjebak macet. Ini ruas jalan utama. Kalau putus, kita juga yang paling merasakan dampaknya,” pungkasnya.

Satlantas Urai Kemacetan


Sementara Satlantas Polres Melawi pun ikut bersibuk membantu mengurangi kemacetan di Jalan Pinoh-Sintang, khususnya di Desa Labang. Mereka mengatur arus lalu lintas sehingga kendaraan bisa melintasi jalan secara bergiliran.

“Tak hanya mengatur lalu lintas, kita juga membantu proses perbaikan jalan yang sebenarnya sedang berjalan di ruas ini,” kata Kasat Lantas Polres Melawi, AKP Aang Permana, kemarin.

Aang menerangkan kemacetan di Labang sebenarnya sudah kerap terjadi. Bahkan dalam satu hari bisa terjadi tiga atau empat kali kemacetan di titik yang sama dengan durasi kemacetan hingga tiga jam.

“Penyebabnya memang karena ada titik yang sangat parah dan berlubang sangat dalam,” terangnya.

Satlantas kemudian mengambil langkah dengan menurunkan personel untuk mengurai kemacetan dan komunikasi dengan kontraktor pemenang lelang peningkatan Jalan Sintang-Pinoh untuk lakukan perbaikan dan penimbunan sementara dan juga menggunakan alat berat.

“Memang kontraktor kita arahkan untuk melakukan perbaikan sementara mengantisipasi jalan kembali rusak sembari menunggu proyek mereka berjalan,” jelasnya.

Aang mengungkapkan saat ini sudah ada alat berat yang disiagakan untuk mengatasi kemacetan. Sejumlah lubang juga sudah mulai ditambal sehingga diharapkan tak ada lagi truk yang amblas di wilayah Labang.

“Situasi sekarang sudah aman dan lancar. Ruas-ruas yang parah sudah ditangani segera,” pungkasnya. (eko/ang)