Jembatan ‘Urat Nadi’ Warga Rusak Berat, Kades Kenual Alokasikan Anggaran dari Dana Desa

Melawi

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 129

Jembatan ‘Urat Nadi’ Warga Rusak Berat, Kades Kenual Alokasikan Anggaran dari Dana Desa
JEMBATAN RUSAK - Sebuah jembatan kayu yang berada di Dusun Lingkar Bandara, Desa Kenual tampak berlubang dan membahayakan pengguna jalan. Desa Kenual telah menganggarkan pembangunan jembatan tersebut menggunakan dana desa tahun 2018. (Ist)
Sebuah jembatan kayu di wilayah Dusun Lingkar Bandara, Desa Kenual, Nanga Pinoh mengalami kerusakan parah. Jembatan yang menjadi akses penghubung sejumlah pemukiman warga di dusun tersebut ke arah Kota Nanga Pinoh itu pun terancam putus.

SP - Warga Kenual, Egi mengungkapkan, kerusakan jembatan ini memang sudah cukup lama. Sebagian besar lantai dan pondasi jembatan telah rapuh termakan usia sehingga perlu perbaikan segera.

“Tiang penyangga sudah mulai patah sedangkan lantainya sudah banyak yang jebol karena termakan usia. Sehingga saat dilalui akan membahayakan pengendara. Padahal jembatan itu menjadi urat nadi bagi kami yang melintas tiap hari,” katanya.

Terpisah, Kades Kenual, Atot saat ditemui di kantornya belum lama ini mengungkapkan, beberapa waktu lalu bahkan ada pengendara yang terjatuh dari jembatan itu. Maka dari itu perbaikan jembatan tersebut sangat mendesak dan harus segera direalisasikan.

"Rencananya akan dibangun dengan dana desa tahun 2018 ini. Sebab jembatan ini memang kondisinya sudah rusak parah. Beberapa waktu lalu ada warga yang jatuh saat lewat jembatan itu" katanya.

Atot mengungkapkan pemerintah pernah akan melakukan perbaikan terhadap jembatan itu. Namun dirinya menolak karena jika direhap tidak akan maksinal lantaran kerusakannya sudah sangat parah.

"Kalau direhab tidak akan tahan lama. Daripada bangun beberapa kali mendingan kita bangun saja pakai dana desa supaya tahan. Saya tidak mau kepalang tanggung bangun jembatan" jelasnya.

Sebelumnya, ada juga beberapa jembatan kayu di wilayah tepian Sungai Nanga Pinoh yang berada di wilayah pemukiman padat penduduk yang juga sudah selesai dibangun dan diperbaiki. Atot mengungkapkan, memang jembatan ini banyak menghubungkan masyarakat, utamanya yang tinggal di daerah tepian sungai.

“Karena jalan jalur tepi sungai menjadi target untuk kita perbaiki. Sebagian besar menggunakan dana desa,” pungkasnya. (eko susilo/ang)