Haflah Akhirusanah Ponpes Bustanul Quran, Dua Santri Berhasil Menghafal 30 Juz Alquran

Melawi

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 256

Haflah Akhirusanah Ponpes Bustanul Quran, Dua Santri Berhasil Menghafal 30 Juz Alquran
SERAHKAN - Anggota DPR RI, Sukiman menyerahkan piagam dan bingkisan pada dua santri Ponpes Bustanul Quran yang berhasil menjadi penghafal Alquran 30 juz. Dalam Haflah Akhirusanah ini, ada 126 santri yang wisuda. (SP/Eko)
Ratusan masyarakat dan tamu undangan memenuhi halaman Pondok Pesantren Bustanul Quran yang berada di Jalan Sirtu, Desa Tanjung Tengang, Nanga Pinoh, Minggu (22/4). Kedatangan mereka untuk menghadiri Haflah Akhirusannah dan Khotmil Quran para santri yang mondok di pesantren tersebut.
 
SP - Ustad Joko Supeno Mukti selaku pimpinan ponpes Bustanulquran mengungkapkan, ada 126 santri-santriwati yang wisuda. Dua orang berhasil menghafalkan 30 juz yakni atas nama Nurul Fadillah dan Muhammad Remo Al Bustani. Kemudian ada 29 santri Bin Nadhor 30 juz (menghafal lebih dari dua juz) serta 95 santri yang menghafal juz amma (juz 30).

“Menghafal Alquran itu barokah dunia akherat. Dan kunci sukses untuk membangun pesantren ini ada tiga yakni pengasuh, orang tua dan santri. Tiga-tiganya harus saling bahu-membahu,” katanya.

Joko yang juga menjabat Ketua MUI Kabupaten Melawi berpesan, pada seluruh masyarakat serta pemerintah, bahwa menghafal Alquran menjadi fardu kifayah bagi semua umat. Menghafal diperlukan agar tidak terputus jumlah mutawatir (mata rantai ilmu dari Rasulullah).

“Sehingga tidak terjadi penyimpangan dan penggantian kitab suci Alquran,” tegasnya.

Karena itu, Joko menilai pentingnya keberadaan lembaga tahfiz quran di sebuah kabupaten. Minimal ada satu lembaga di setiap daerah untuk menjaga kitab suci Alquran.

“Jika dalam suatu kaum ada yang sudah mewakili mutawatir tadi, maka akan putus kewajiban. Tapi kalau tidak ada, maka semuanya bisa kena dosa,” jelasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Melawi, Dadi Sunarya yang turut hadir dalam Haflah Akhirusanah ini berharap, ilmu yang diperoleh para santri akan menjadi manfaat bagi masyarakat dalam menata Kabupaten Melawi.

“Karena keberadaaan pesantren juga ikut mengembangkan pendidikan agama di Melawi. Kita harapkan kualitas pesantren serta para santri di Bustanul Quran semakin meningkat setiap tahunnya,” harapnya. (eko susilo/pul)