Rumah Produksi Arak Digerebek, Polsek Belimbing Amankan Wanita Pemilik Rumah

Melawi

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 102

Rumah Produksi Arak Digerebek, Polsek Belimbing Amankan Wanita Pemilik Rumah
GEREBEK - Jajaran kepolisian sektor Belimbing saat mengerebek sebuah rumah yang memproduksi miras di Desa Batu Nanta, Kecamatan Belimbing. (Ist)
Kapolsek Belimbing, IPTU Hariyanto
“Anggota kita juga mengamankan barang bukti dua jerigen berisi lima liter miras jenis arak, satu jerigen berisi 10 liter arak siap jual, serta satu ember bahan baku untuk membuat arak, dan dua buah dandang”
 
NANGA PINOH, SP - Jajaran Polsek Belimbing mengerebek sebuah rumah di Desa Batu Nanta, kecamatan Belimbing, Rabu (25/4) pagi. Rumah ini diduga memproduksi minuman keras jenis arak. Dari pengerebekan tersebut, polisi mengamankan seorang wanita berinisial SNT sebagai pemilik rumah.

Kapolsek Belimbing IPTU Hariyanto mengatakan, bahwa pengerebekan yang dilakukannya bersama anggotanya itu berawal dari informasi masyarakat.

“Kita menindaklanjuti berdasarkan informasi dan keluhan masyarakat yang sudah resah dan maraknya penjual minuman arak,” katanya.

Saat mendatangi TKP, didapati seorang wanita yang diduga menjual dan memproduks arak berinisial SNT, warga Dusun Merah Arai, Desa Batu Nanta, Kecamatan Belimbing.

“Anggota kita juga mengamankan barang bukti dua jerigen berisi lima liter miras jenis arak, satu jerigen berisi 10 liter arak siap jual, serta satu ember bahan baku untuk membuat arak, dan dua buah dandang,” paparnya. 

Untuk proses lebih lanjut, barang bukti dan penjual serta pembuat arak diamankan di polsek Belimbing. Iptu Hariyanto juga meminta masyarakat untuk tidak mengkonsumsi minuman keras apalagi memproduksinya karena melanggar undang-undang.

“Dan yang diduga penjual dan memproduksi arak, akan kami dalami serta koordinasikan dengan Polres Melawi untuk proses lebih lanjut,” katanya.

Sebelumnya, pekan lalu, Polres Melawi juga menggelar razia yang dikhususkan untuk menjaring penjual atau pihak yang memproduksi miras. Dalam razia ini, dua orang berinisial UW, warga Desa Paal dan MNT, warga Dusun Serundung, Desa Tanjung Niaga, kecamatan Nanga Pinoh diamankan karena menjual arak.

Kabag Ops Polres Melawi, AKP Sofyan mengungkapkan, dari dua penjual ini didapati belasan kampel dan botol arak yang sudah diamankan pihaknya. Sofyan mengatakan proses hukum dari dua terduga pelaku penjual miras ini masih akan didalami.

“Namun, kita ingin agar ada hukuman yang diberikan sehingga menimbulkan efek jera bagi para pelaku penjual atau produksi miras. Karena sudah kita lihat di media sosial atau televisi bagaimana miras, khususnya miras oplosan membuat orang mati. Lagipula dengan alasan apapun mengkonsumsi dan memproduksi miras dilarang oleh hukum atau agama,” tegasnya.

Masyarakat Mendukung

TOKOH Masyarakat Melawi, Bahrum mengapresiasi langkah Polres Melawi untuk menertibkan penjual maupun produsen miras di berbagai daerah. Menurutnya dampak yang ditimbulkan dari peredaran miras ini sangatlah berbahaya.

“Selain merusak kesehatan, miras juga menjadi pemicu keresahan di masyarakat. Tak jarang muncul konflik yang sumber awalnya berasal dari miras,” katanya.

Dikatakannya, dampak negatif miras bisa dilihat dari begitu banyaknya korban jatuh hingga ratusan di Pulau Jawa, akibat mengkonsumsi miras oplosan. Tak menutup kemungkinan hal tersebut bisa terjadi di Melawi bila peredaran miras tak diantisipasi sejak dini.

“Karena itu, upaya penertiban terhadap para penjual maupun produsen miras, baik yang skala lokal maupun minuman keras impor juga mesti menjadi target aparat. Karena miras ini tak hanya dilarang oleh hukum, tapi juga oleh agama,” tegasnya. (eko/pul)