KAHMI Melawi Kutuk Aksi Pengeboman Gereja di Surabaya

Melawi

Editor Andrie P Putra Dibaca : 398

KAHMI Melawi Kutuk Aksi Pengeboman Gereja di Surabaya
Koordinator Presidium MD KAHMI Melawi, Syaiful Khair. (SP/Eko)
NANGA PINOH, SP - Majelis Daerah Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Melawi, mengutuk keras aksi pengeboman tiga gereja di Surabaya, Minggu (13/5) yang menyebabkan sejumlah korban meninggal dan luka-luka. Aksi teror ini disebut sebagai aksi kejahatan kemanusiaan yang luar biasa berat.

"Kami merasa prihatin dan ikut berduka bagi pada korban bom di sejumlah gereja di Surabaya. Aksi ini menegaskan bahwa sangat berbahayanya teroris di Indonesia," kata Koordinator Presidium MD KAHMI Melawi, Syaiful Khair, disela sela Rapat Kerja Daerah, Minggu (13/5).

Syaiful menegaskan, semua agama termasuk Islam tidak membenarkan adanya kekerasan apalagi aksi terorisme dan paham radikalisme yang mengorbankan orang lain. 

"Kami berpesan pada masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi. Karena aksi terorisme tidak menyangkut agama tertentu. Aksi pengeboman ini adalah sebuah kejahatan kemanusiaan, dan semoga jajaran kepolisian bisa segera mengungkap kebenaran dalam peristiwa tragis ini," katanya.

Syaiful juga mengajak seluruh umat beragama untuk tetap menjaga kedamaian di Indonesia, khususnya di Melawi dan menyerahkan pada aparat penegak hukum mengungkapkan para pelaku teror tersebut.

Sementara itu, sejumlah gereja di Melawi tetap menggelar ibadah seperti biasa. Kapolres Melawi, AKBP Ahmad Fadlin melalui pesan WhatsApp menerangkan jajarannya sudah meningkat kewaspadaan dan menerapkan siaga 1 diinternal Polres Melawi.

"Patroli berjalan juga sudah terus dilakukan, termasuk pengamanan tertutup di tempat ibadah," paparnya.

Ahmad juga meminta masyarakat tetap tenang seperti biasa dan jangan panik serta mempercayakan sepenuhnya kasus ini pada aparat.

"Kami minta juga jangan menyebarkan isu yang belum jelas serta terakhir, jangan sebar foto korban melalui media sosial apapun," pungkasnya. (eko)