Jalan Poros Pinoh-Kota Baru Rusak Parah

Melawi

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 509

Jalan Poros Pinoh-Kota Baru Rusak Parah
RUSAK PARAH - Satu titik jalan di Ruas Pintas-Sayan yang mengalami kerusakan parah, sehingga tak jarang truk maupun bus amblas di tengah badan jalan. (Ist)
NANGA PINOH, SP – Kerusakan jalan penghubung Nanga Pinoh-Kota Baru, khususnya di wilayah Kecamatan Sayan dikeluhkan para pengguna jalan yang melintasinya. Warga terpaksa menempuh perjalanan lebih lama, karena jalan berlumpur ditambah lubang yang begitu dalam.

Yogi, salah seorang sopir truk Kota Baru Kecamatan Tanah Pinoh mengungkapkan, kerusakan jalan ini sebenarnya bukan baru terjadi baru-baru ini, tapi memang sudah terjadi dalam beberapa bulan terakhir.

“Lubang ini terus semakin membesar karena terus dilalui kendaraan. Semakin lama semakin hancur sehingga tak jarang ada kendaraan yang amblas saat melewati titik ini. Baik truk bermuatan maupun bus penumpang,” katanya.

Yogi mengungkapkan, upaya perbaikan dari instansi terkait belum terlihat sampai saat ini. Selama ini perbaikan dilakukan secara swadaya oleh para sopir yang memang melintasi ruas tersebut setiap harinya.

“Sudah dua mobil yang tumbang disitu. Kita juga mengalami kesusahan. Karena kalau sudah amblas, ditarik tiga mobil pun tak mampu. Biaya angkutan bisa-bisa ikut meningkat karena jalan rusak ini. Kemarin diperbaiki swadaya pun sudah rusak lagi,” keluhnya.

Mantan Camat Sayan, Sariden mengungkapkan, kerusakan jalan di titik Pinoh-Kota Baru, khususnya pada jalur Nanga Pintas – Sayan sebenarnya sudah tak lagi banyak. Mengignat sebagian besar jalan dari Nanga Pinoh sampai Sayan sudah beraspal mulus.

“Tinggal beberapa titik saja yang perlu perhatian khusus. Seperti di dekat Jembatan Tebidah, di Dusun Jati, Desa Lingkar Indah, Sayan. Lubangnya memang dalam, sampai sepinggang orang dewasa. Titik kerusakan ini tak jauh dari pusat kecamatan Sayan,” jelasnya.

Sebelumnya, warga Kota Baru, Zulfilza Hamsu mengungkapkan kerusakan jalan ini sangat mengganggu akses transportasi masyarakat yang akan menuju kecamatan Tanah Pinoh dan Sokan atau dari hulu ke ibukota Melawi. Padahal jalan itu merupakan satu-satunya akses jalan darat menuju kecamatan yang berada di perhuluan kabupaten Melawi.

“Jalan Pintas-Sayan merupakan jalan penghubung empat kecamatan, yakni Sayan, Sokan, Tanah Pinoh dan Tanah Pinoh Barat dengan kota Nanga Pinoh. Rusak di satu titik ini saja sudah membuat kendaraan susah payah melalui jalan ini,” keluhnya.

Ketua DPRD Melawi, Abang Tajudin pun meminta PU Provinsi bisa melakukan penanganan segera pada titik – titik jalan sepanjang Pinoh-Kota Baru untuk dilakukan perbaikan. Menurutnya, kerusakan ini bila tak segera dilakukan penimbunan ditakutkan kondisi jalan rusak pada tahun lalu kembali terulang.

“Jangan sampai jalan rusak ke arah empat kecamatan di hulu Sungai Pinoh ini terjadi. Ingat tahun lalu berapa kerugian yang dirasakan masyarakat karena jalan tidak segera diperbaiki sampai terputus,” katanya.

Apalagi, lanjut Tajudin, akses transportasi di ruas jalan provinsi ini sangatlah urgen. Mengingat masyarakat juga akan menghadapi lebaran. Kebutuhan akan sembako sangat tergantung dengan transportasi angkutan barang serta orang.

Sementara, Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalbar yang membidangi infrastruktur, Muhammad Mochlis meminta agar PU provinsi Kalbar bisa segera menangani kerusakan jalan sepanjang Nanga Pintas, Sayan hingga Kota Baru, bahkan sampai ke Sokan.

“Utamanya pada beberapa titik sebelum kecamatan Sayan. Mengingat proses peningkatan lanjutan jalan provinsi yang rencananya akan dikerjakan tahun ini, belum diketahui kapan akan dimulai,” katanya.

Mochlis yang merupakan legislator asal Kota Baru, Melawi mengatakan, bila jalan ini tak segera diperbaiki, ditakutkan kondisinya akan semakin parah. Bila perbaikan jalan menjadi kewenangan bidang bina marga, dirinya berharap agar perbaikan ini dilakukan dengan berkoordinasi dengan Satker di lapangan, yakni UPJJ 4.

Anggota Komisi IV DPRD Kalbar, Miftah mengatakan pihaknya akan meminta pemerintah provinsi melalui Dinas PU untuk menjadikan jalan yang rusak berat sebagai program prioritas. 

Miftah menjelaskan ketika sudah menjadi program prioritas, tinggal nantinya dialokasikan anggaran sesuai dengan kebutuhan yang ada. 

“Jangan sampai keinginan masyarakat terganggu untuk melintasi jalan yang merupakan akses itu. Maka kita minta Pemerintah Provinsi supaya dianggarkan sesuai dengan kebutuhan yang sepantas dan selayaknya,” jelas Miftah.

Dia juga menambahkan terkait dengan ruas jalan yang masih rusak maka penanganan harus sesuai dengan status jalan tersebut. 

Miftah menjelaskan, apabila statusnya jalan Nasional, yang bertanggung jawab pemerintah pusat (PP), kemudian ruas jalan yang berstatus provinsi, tanggung jawab dan pekerjaan rumah bagi Pemprov Kalbar. 

“Oleh karenanya, memang sinergisitas harus dilakukan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten. Memang kita akui dengan APBD yang begitu kecil, kita tidak akan mampu membangun infrastruktur secara maksimal,” tuturnya. (eko/iat/lis)