Pedagang Tolak Pembongkaran Kios Lapangan Kuliner

Melawi

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 173

Pedagang Tolak Pembongkaran Kios Lapangan Kuliner
KIOS - Sejumlah kios yang berada di tepi Lapangan Kuliner Nanga Pinoh terancam dibongkar oleh dinas terkait, hal ini dikarenakan rencana pembangunan pasar rakyat. (SP/Eko)
NANGA PINOH, SP - Rencana pembangunan pasar rakyat di samping eks Kantor Camat Nanga Pinoh berdampak pada pembongkaran sejumlah kios-kios yang kini berdiri mulai dari depan Pos Lantas Polres Melawi. Namun para pedagang yang berjualan di deretan kios tersebut, menolak rencana pembongkaran ini.
 
"Jika pasar rakyat dibangun dengan membongkar kios-kios yang ada, lantas pedagang kios nantinya akan pindah kemana. Sementara bangunan pasar belum jadi. Kemana kami harus berjualan," keluh salah seorang pedagang, Alivius, Minggu (27/5).

Dia mengatakan, setidaknya ada 35 pedagang kios lainya yang akan merasakan dampak serupa. Menurutnya, seharusnya pasar tersebut terlebih dahulu dibangun baru kemudian bisa dilakukan pembongkaran kios. 

"Kalau dibongkar duluan sampai menunggu bangunan selesai. Artinya kami tidak bisa berjualan sampai bangunan itu jadi," keluhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perdagangan Melawi, Alexander menjelaskan, kalau keberadaan kios-kios ini tidak menghambat lalu lintas keluar masuk barang dalam pembangunan pasar rakyat, kemungkinan tidak akan dibongkar.

"Kalau misalnya kios yang ada mengganggu arus lalu lintas keluar masuk barang. Ya mungkin akan kita bongkar," jelasnya.

Alex menuturkan, pihaknya sudah melakukan koordinasi kepada pelaku pasar yang ada. Sementara permintaan pelaku pasar jika tidak mengganggu akan bertahan sambil menunggu pasar dibangun.

“Nantinya pembangunan pasar yang berada di samping Bank Kalbar terdiri dari 200an unit lapak maupun kios yang akan ditempati para pedagang. Lapak sendiri berukuran 2x3 meter, sedangkan kios berukuran  3x5 meter," tuturnya.

Sebagaimana diketahui, kios-kios di sepanjang tepi lapangan kuliner ini dibangun di era Bupati Firman Muntaco, itu bentuk  sebagai salah satu solusi menampung PKL yang banyak berjualan di tepi jalan Pasar Nanga Pinoh. Sebagian kios diisi pedagang makanan, asesoris, hingga salon potong rambut. (eko/pul)