Keberak dan Batu Ampar Dilanda Banjir

Melawi

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 69

Keberak dan Batu Ampar Dilanda Banjir
BANJIR - Kondisi banjir di Desa Batu Ampar yang menggenangi perumahan dan jalan desa. Banjir diakibatkan hujan yang cukup deras sejak Selasa kemarin. (Ist)
NANGA PINOH, SP - Sejumlah desa di Kecamatan Belimbing, seperti Desa Nanga Keberak dan Batu Ampar mulai dilanda banjir, sejak Selasa (29/5) lalu. Banjir menggenangi pemukiman dan jalan poros antar desa sehingga membuat aktivitas masyarakat terganggu.

Awalludin, warga Desa Batu Ampar, dihubungi Rabu (30/5) mengungkapkan, banjir terjadi setelah hujan yang turun cukup deras pada Selasa kemarin. Banjir ini terjadi karena luapan air Sungai Belimbing yang berada tak jauh dari desa mereka.

“Beberapa jalan penghubung antar desa terputus karena terkena banjir. Begitu juga dengan rumah warga beberapa ada yang sudah tergenang,” terangnya.

Awaludin melanjutkan, ketinggian air di pemukiman penduduk pun bervariasi. Namun setidaknya air mencapai kurang lebih satu meter. Beberapa warga masih banyak yang tetap bertahan di rumahnya masing-masing.

“Ada juga yang memilih untuk mengungsi ke rumah tetangga atau keluarganya yang lebih tinggi,” katanya.

Warga setempat, lanjut Awaludin berharap ada bantuan dari pemerintah mengingat banyak warga yang tak bisa beraktivitas karena terkena banjir. Walau memang saat ini kondisi genangan air sudah berangsur-angsur surut.

“Semoga ada perhatian dari pemerintah atas bencana ini. Karena dengan kondisi curah hujan yang tinggi tak menutup kemungkinan banjir datang kembali,” harapnya.

Terpisah, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Melawi, Syafaruddin mengungkapkan, belum ada daerah lain yang melaporkan adanya banjir.

“Untuk Keberak dan Batu Ampar hanya ada informasi bahwa di sana air mulai pasang dan menggenangi pemukiman warga,” terangnya.

Syafaruddin pun tetap meminta warga waspada dengan kemungkinan datangnya banjir mengingat kondisi curah hujan dalam beberapa hari terakhir cukup tinggi. Utamanya untuk desa-desa yang berada di tepian sungai.

“Karena di wilayah kita, air sungai bisa pasang dalam waktu yang cepat, misalnya bila terjadi hujan kuat di wilayah hulu. Warga kita imbau tetap bersiap bila datang banjir,” pungkasnya. (eko/pul)