Safari Ramadan Pemkab Melawi, Wadah Membangun Silaturahmi dengan Masyarakat

Melawi

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 156

Safari Ramadan Pemkab Melawi, Wadah Membangun Silaturahmi dengan Masyarakat
SAFARI RAMADAN - Safari Ramadan Bupati Melawi di Masjid Nurul Hidayah, Desa Mekar Pelita, Kecamatan Sayan. Pada kesempatan tersebut, Bupati Panji mengharapkan kegiatan ini bisa membangun silaturahmi yang lebih baik lagi. (Ist)
Pemkab Melawi menggelar Safari Ramadan keempat di Desa Mekar Pelita Kecamatan Sayan, Senin (4/6) sore. Pelaksanaan safari ini menjadi agenda rutin pemerintah sebagai upaya silaturahmi antara Pemkab dan masyarakat.

SP - Safari Ramadan kali ini dipimpin langsung oleh Bupati Melawi, Panji bersama sejumlah kepala SKPD. Pelaksanaannya dipusatkan di Masjid Nurul Hidayah, Desa Mekar Pelita, dimana ratusan umat muslim setempat ikut hadir. Kegiatan ini juga diisi dengan pelaksanaan buka puasa bersama.

Dalam kesempatan tersebut, Panji menjelaskan, safari yang digelar memang diharapkan bisa membangun silaturahmi antara masyarakat dengan pemerintah. Di sisi lain, Ia juga mengingatkan bahwa saat ini sudah menjelang pelaksanaan Pilkada serentak dan juga memasuki tahun-tahun politik. 

“Politik uang berkedok kegiatan agama rawan terjadi di Pilkada Serentak 2018, apalagi tahapan kampanye bersamaan dengan bulan suci  Ramadan dalam menyambut Idul fitri,” katanya.

Panji menegaskan,berdasarkan peraturan, bahwa berkampanye dilarang dilakukan di tempat ibadah. Termasuk misalnya memberikan zakat dengan nuansa politik di bulan suci Ramadan.

“Saya mengingat kepada masyarakat maupun pengurus tempat ibadah agar jangan menyamakan kegiatan keagaman dengan kegiatan politik. Berpolitik adalah hal yang sah saja, tetapi berpolitiklah yang santun di luar tempat ibadah,” tegasnya.

Panji juga berharap, melalui momentum bulan suci Ramadan,  khususnya masyarakat Kabupaten Melawi agar dapat  menjaga persatuan dan kesatuan, kerukunan antar umat beragama, sehingga terciptanya suasana aman dan damai.

“Banyak upaya memecah belah persatuan dengan menyebarkan berbagai isu yang tidak benar. Karena itu, masyarakat jangan mudah terprovokasi atau terpancing. Kita harus bersatu padu. kita sepakat bahwa filter satu satunya  yang bisa di andalkan adalah kegiatan keimanan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa,” pungkasnya. (eko susilo/pul)