Jalan ke Ibukota Kecamatan Hilang Tertutup Semak, Warga Tanah Pinoh Barat Andalkan Transportasi Sungai

Melawi

Editor Indra W Dibaca : 344

Jalan ke Ibukota Kecamatan Hilang Tertutup Semak, Warga Tanah Pinoh Barat Andalkan Transportasi Sungai
Kondisi Jalan menuju Desa Ulak Muid Kecamatan Tanah Pinoh Barat yang semakin parah. (Ist)
NANGA PINOH, SP - Bila bicara pembangunan infrastruktur, Kecamatan Tanah Pinoh Barat mungkin bisa dibilang paling memprihatinkan. Kecamatan pemekaran dari Tanah Pinoh ini terbilang hampir tak memiliki akses jalan darat yang memadai.
Jalan yang ada bahkan masih berupa tanah, sehingga masyarakat lebih banyak memanfaatkan jalur sungai untuk transportasi sehari-hari.

“Jalan ke arah Kecamatan Tanah Pinoh Barat saja sudah tak layak sekarang. Selain badan jalan penuh dengan semak belukar, kondisinya juga sudah tidak terpelihara,” keluh warga setempat, Zulfilza.

Zul sapaan akrabnya menggambarkan, jalan tersebut bahkan nyaris menghilang karena jarang dilalui masyarakat. Saat hujan jalan yang baru sekedar digusur itupun sulit dilalui karena masih berupa tanah.

“Bahkan untuk akses ke Desa Ulak Muid yang merupakan ibukota Kecamatan Tanah Pinoh Barat pun sulit. Apalagi untuk desa-desa di hulu Sungai Keluas,” katanya.

Zulfilza mengungkapkan sebagian besar masyarakat di Tanah Pinoh Barat mengandalkan akses sungai untuk bepergian. Daerah Tanah Pinoh Barat yang berada di jalur Sungai Cina mungkin bisa dibilang sedikit lebih beruntung karena dilalui jalan perusahaan.

“Kalau yang jalur Sungai Keluas, saja jalannya sudah sangat parah. Tak layak lagi lah kita lewati,” keluhnya.

Sementara, kata Zul, masyarakat harus menggunakan perahu bermesin temple 15 PK untuk kendaraan ke Kota Baru. Termasuk bila ada masyarakat yang sakit, maka mau tak mau harus carter perahu warga lain dengan biaya yang tak murah.

“Karena Sungai Keluas ini airnya sangat dangkal. Apalagi kemarau. Speed untuk angkutan umum tidak ada. Jadi kalau mau ke UlakMuid atau warga yang tak punya perahu ya harus carter. Semua perahu milik pribadi dan tidak semua warga itu punya perahu,” katanya.

Zulfilza pun sangat berharap pemerintah memperhatikan jalan darat ke Tanah Pinoh Barat. Utamanya akses jalur Sungai Keluas. Karena untuk saat ini, jangankan roda empat, kendaraan roda dua saja kesulitan melalui jalan darat.

“Karena sudah bertahun-tahun Melawi berdiri, tapi pembangunan di Tanah Pinoh Barat itu nyaris tidak terlihat,” katanya.

Ketua DPRD Melawi, Abang Tajudin pun mengaku prihatin dengan kondisi infrastruktur jalan di ruas ini. Kecamatan Tanah Pinoh Barat bersama Kecamatan Pinoh Utara menjadi dua kecamatan yang selama ini pembangunannya terhambat.

“Kita dari dulu mendorong agar ada pembangunan ke arah UlakMuid. Paling tidak perawatan jalan sehingga bisa dilalui kendaraan roda dua,” katanya.

Akses jalan dari Kota Baru kecamatan Tanah Pinoh hingga ke Ulak Muid dan Desa Keluas Hulu di ujung Sungai Keluas menurut Tajudin diharapkan bisa menjadi prioritas oleh pemerintah ke depan. Mengingat ada ribuan warga yang hidup dan tinggal di sepanjang ruas tersebut. (eko)