KPU Melawi: Pemilih Wajib Bawa C6 atau E-KTP di Hari Pencoblosan

Melawi

Editor Indra W Dibaca : 281

KPU Melawi: Pemilih Wajib Bawa C6 atau E-KTP di Hari Pencoblosan
Bimtek Pungut Hitung bagi PPK se-Kabupaten Melawi. (SP/Eko)
NANGA PINOH, SP - Undangan memilih atau form C6 dan KTP Elektronik menjadi salah satu syarat bagi tiap pemilih untuk menggunakan hak pilihnya di TPS saat pelaksaan Pilgub Kalbar 27 Juni mendatang. Syarat ini digunakan walau pemilih sudah terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang nantinya juga akan ditempel di TPS.

Hal tersebut ditegaskan Ketua KPU Melawi, Julita, disela pelaksanaan Bimtek Pemungutan dan Perhitungan Suara bagi seluruh PPK di Nanga Pinoh, Senin (11/6). Menurutnya, hal tersebut memang sudah diatur dalam peraturan.

“Aturan tentang undangan C6 dan E-KTP atau Suket sudah diatur dalam PKPU Nomor 8 Tahun 2018 tentang pungut hitung Pilkada Serentak. Jadi nanti saat akan menggunakan hak pilih, menunjukkan E-KTP dan C6,” terangnya.

Dalam PKPU tersebut memang disebutkan bahwa tiap pemilih harus membawa undangan dan E-KTP. Hanya, lanjut Julita, sudah ada edaran dari KPU RI, bahwa pemilih bisa datang ke TPS cukup membawa salah satu dari dua item syarat tadi.

“Kalau misalnya tidak lengkap, ya setidaknya salah satu harus ada. Misalnya undangan C6 atau mungkin  E-KTP nya. Nanti kalau di TPS akan disandingkan dengan DPT bahwa nama yang tercantum dalam undangan atau KTP benar-benar sama,” jelasnya.

Karena itu, Julita mengimbau agar setiap masyarakat yang sudah mendapatkan C6 nantinya agar menyimpan form tersebut sebaik-baiknya. Sehingga saat hari pemungutan, C6 ini bisa dibawa ke TPS. Sehingga bisa menggunakan haknya untuk ikut mencoblos.

“Kalau sudah terdaftar di DPT, tapi belum mendapatkan C6, maka bisa membawa E-KTP. Hal ini wajib, dan KPPS bisa meminta masyarakat yang tidak membawa dokumen kependudukan, untuk kembali ke rumahnya untuk mengambil E-KTP atau Suket,” katanya.

Form C6 sendiri, lanjut Julita sampai saat ini belum tiba di Melawi. Karena itu, bila nantinya sudah tiba dari provinsi, logistik undangan memilih tersebut akan segera didistribusikan ke KPPS agar bisa segera dibagikan ke masyarakat.

“Seandainya undangan C6 nanti rusak, bisa disampaikan ke KPPS untuk mendapatkan penggantian dengan menunjukkan C6 yang rusak,” katanya.

Sementara, untuk warga yang belum terdaftar dalam DPT, Julita menegaskan yang bersangkutan tidak kehilangan hak untuk memilih. Yang terpenting bisa menunjukkan identitas diri, baik E-KTP atau Suket yang sudah diterbitkan oleh Disducapil kepada petugas KPPS.

“Hanya dia baru bisa memilih diatas jam 12.00 WIB. Daftar ke TPS bisa saja lebih awal, namun petugas KPPS kita minta menjelaskan agar yang bersangkutan bisa datang lagi setelah jam 12.00 WIB sampai jam 13.00,” paparnya.

Bimtek Pungut Hitung yang digelar KPU untuk tingkat PPK se-Kabupaten Melawi juga membahas teknis persiapan pendistribusian logistik. Termasuk detail-detail proses perhitungan perolehan suara. (eko)