Pekan Gawai Dayak XII Melawi Resmi Dibuka oleh Presiden MADN

Melawi

Editor Indra W Dibaca : 513

Pekan Gawai Dayak XII Melawi Resmi Dibuka oleh Presiden MADN
Presiden MADN, Cornelis membuka Pekan Gawai Dayak XII Melawi. (SP/Eko)
NANGA PINOH, SP – Pekan Gawai Dayak (PGD) XII Kabupaten Melawi resmi dimulai, Senin (18/6) sore. Gawai dibuka langsung oleh Presiden Majelis Adat Dayak Nasional (MADN), Cornelis di Stadion Raden Temenggung Setia Pahlawan.
Gawai Dayak kali ini dihadiri ratusan masyarakat serta perwakilan 11 DAD kecamatan serta berbagai sub suku Dayak.

Selain dihadiri Bupati Melawi, Panji, sejumlah tamu undangan turut hadir, mulai dari Ketua DAD Provinsi Kalbar, Jakius Sinyor, Ketua DPRD Provinsi, Kebing, Perwakilan Pj Gubernur Kalbar, Hatta, Ketua DPRD bersama jajaran, Forkopimda, serta jajaran Pengurus DAD Melawi.

Ketua Panitia PGD XII Melawi, Daniel menyampaikan sejumlah kegiatan akan digelar dalam kegiatan Gawai Dayak 2018. Diawali dengan pelantikan ketemenggungan suku Dayak, kemudian seni tari, karnaval dan pawai budaya Dayak, pemilihan bujang dara gawai, lomba busana serta lomba menyanyi lagi Dayak.

“PGD ini juga dihadiri 11 DAD kecamatan. Kami juga melibatkan berbagai komunitas  dan sanggar seni untuk memeriahkan perhelatan gawai kali ini,” katanya.

Daniel memaparkan, pelaksanaan PGD menjadi bentuk eksistensi Dayak di Melawi sekaligus pelestarian seni budaya Dayak. Juga memberikan wadah kreativitas bagi sub suku Dayak yang ada di Melawi.

“Harapannya tentu agar orang Dayak dapat terus maju dan berkembang dengan tetap menunjukkan ciri khas dan jati diri suku Dayak,” katanya.

Di tempat yang sama, Ketua DAD Kabupaten Melawi, Sudarmono Otong mengatakan budaya adalah akar dari sebuah sistem Pendidikan nasional, termasuk di dalamnya budaya Dayak. Ia juga memaparkan tema gawai yang diangkat tahun ini adalah “Masuk Balik”, sedangkan sub tema, “Melalui Pegowai Masuk Balik, Ama Oyap Yang Nganggu Padi Sak Mati Losi, Padi Yang Layu Lelah Sak Idop Kembali”. 

“Artinya, hambatan masyarakat adat bercocok tanam padi salah satunya hama, maka hama yang menghambat pertumbuhan padi agar mati atau hilang/lari. Kemudian padi yang sudah layu atau rusak karena hama tumbuh subur kembali,” ujarnya.

Makna tema yang diangkat, papar Sudarmono juga dapat diartikan bahwa kata Masuk dalam bahasa Kebahan Kubink mencuci atau membersihkan, yang dimaksukan untuk membersihkan sifat-sifat iri dan dengki.

“Sementara kata Balik, artinya hubungan persaudaraan yang tadinya renggang karena virus atau sifat iri bisa kembali hilang dan persaudaraan menjadi erat,” katanya. (eko)