Tiga Sekolah di Nanga Pinoh Perdana Gelar PPDB Online

Melawi

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 71

Tiga Sekolah di Nanga Pinoh Perdana Gelar PPDB Online
DAFTAR - Sejumlah calon siswa baru mendatangi tempat pendaftaran PPDB Online SMA N 1 Nanga Pinoh. Setelah mendaftar, siswa ini akan melakukan proses verifikasi. (SP/Eko)
NANGA PINOH, SP - SMA Negeri 1, SMAN 2 dan SMKN 1 Nanga Pinoh menjadi sekolah yang pertama kali menggelar Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online di Melawi.

Sistem baru ini menjaring siswa berdasarkan lima indikator penentu. Jumlah siswa yang mendaftar pun menurun jauh bila dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Ketua Panitia PPDB SMAN 1 Nanga Pinoh, Antonius Tukimin dijumpai di sekolah tersebut, Rabu (4/7) menerangkan, penerimaan siswa baru dilakukan selama tiga hari sejak Senin (2/7) hingga Rabu ini.

“Sistem baru ini lebih simpel, transparan dan akutabel. Serta jauh dari diskriminasi. Karena untuk online, siapa saja bisa mendaftar ke sini dan tentu rasanya lebih adil,” ujarnya.

PPDB online ini dilakukan langsung oleh Disdik Kalbar. Sedangkan pihak sekolah hanya menjadi perantara karena server utama terdapat di Pontianak.

“Jumlah pendaftar hingga hari ini ada 325 orang. Sedangkan jumlah yang diterima sebanyak 306 siswa yang terbagi dalam sembilan kelas," katanya.

Memang sepertinya menurun bila dibandingkan tahun lalu untuk pendaftarnya, tapi sebenarnya mungkin tidak karena satu anak tak bisa mendaftar ganda. Kalau manual kan satu siswa bisa daftar dua atau tiga sekolah.

Ada lima indikator yang menjadi penentu kelulusan PPDB online, yakni nilai ujian nasional SMP, kepemilikan kartu afirmasi, seperti Kartu Indonesia Pintar, Kartu Keluarga Harapan atau surat keterangan dari panti sosial, kepemilikan bukti prestasi siswa di bidang akademik, olahraga, kesenian, hingga keagamaan di tingkat provinsi, sampai persoalan kemaslahatan, yakni dengan memberikan kesempatan bagi anak-anak yang kebetulan bapak atau ibunya bekerja di SMA Negeri.

“Yang terakhir adalah persoalan jarak. Jadi semakin dekat dengan sekolah domisili siswa tersebut tentu akan memiliki skor yang semakin besar,” terangnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Melawi, Joko Wahyono menegaskan, penerimaan siswa memang didasarkan pada sistem zonasi. Artinya siswa yang dekat dengan sekolah tersebut mestinya menjadi prioritas. 

Kendati demikian, lanjut Joko, tentu siswa di luar zona sekolah tetap bisa mendaftar di sekolah di daerah lain. Tapi dia harus melalui tes akademik atau memperhatikan prestasi yang dimiliki. (eko/pul)