Nek Atoy, Warga Kompas Raya Kecewa PKH Tak Tepat Sasaran

Melawi

Editor Indra W Dibaca : 189

Nek Atoy, Warga Kompas Raya Kecewa PKH Tak Tepat Sasaran
Ilustrasi warga menerima bantuan PKH. (net)
NANGAH PINOH, SP – Sejumlah warga Desa Kompas Raya, Kecamatan Pinoh Utara merasa kecewa karena tak masuk sebagai penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Padahal dari sisi ekonomi, mereka tergolong masyarakat miskin yang semestinya bisa mendapatkn program pusat tersebut.

Salah satu warga yang tidak mendapat PKH yakni Masna. Nenek yang biasa disapa Nek Atoy warga Dusun Sungai Raya, Desa Kompas Raya mengaku selama ada program PKH tidak pernah ia mendapatkan. Padahal di daerahnya ia tergolong orang yang tidak mampu.

"Kami selalu didata pihak desa diminta Kartu Keluarga (KK). Namun Kami tidak pernah dapat PKH," keluhnya.

Nek Atoy menduga ada kecenderungan petugas pendamping mendata warga hanya berdasarkan kedekatan. Karena sepengetahuannya justru yang mendapatkan bantuan PKH ada keluarga tergolong mampu.

“Selain itu, para penerima PKH juga ada yang sudah meninggal dan pindah rumah. Kami curiga penerima PKH hanya untuk keluarga dan orang-orang terdekat. Kami yang membutuhkan, justru tidak kebagian,” ujar Nek Atoy.

Warga lainnya, Ana, yang mengaku sebagai warga miskin ikut merasa kecewa dengan proses pendataan. Menurutnya, data penerima PKH sepertinya banyak yang kurang tepat sasaran.

"Masak jelas-jelas orang kaya punya usaha punya harta berkecukupan dapat, sedangkan kami ini ditinggal suami banyak anak sekolah justru tidak dapat," paparnya.

Tokoh Masyarakat setempat, Abdul Hamid, berharap dilakukan evaluasi terkait proses pendataan penerima program PKH, khususnya di wilayah Desa Kompas Raya. Karena justru penerima program tidak sesuai dengan sasaran yang diharapkan.

“Jadi bagaimana masyarakat yang tak mampu mau terbantu, karena kader-kader PKH seperti itu. Saya minta mereka (yang melakukan pendataaan) diganti saja,” katanya.

Penyaluran PKH di wilayah Pinoh Utara sendiri sudah berjalan pada beberapa pekan terakhir. Penyaluran dilakukan oleh bank penyalur yang telah ditunjuk pemerintah. (eko)