Caleg Sibuk Urus Syarat Pendaftaran, Sudah Sepekan Belum Ada Parpol Daftar ke KPU

Melawi

Editor Indra W Dibaca : 287

Caleg Sibuk Urus Syarat Pendaftaran, Sudah Sepekan Belum Ada Parpol Daftar ke KPU
Ilustrasi. (Net)
NANGA PINOH, SP – Lebih dari sepekan yang lalu, pendaftaran bakal calon legislatif (bacaleg) sudah dibuka oleh KPU. Namun, hingga Kamis (12/7), belum ada satupun partai yang datang untuk membawa nama caleg yang akan diusung.

Ketua KPU Melawi, Dedi Suparjo mengungkapkan, pendaftaran bacaleg sebenarnya sudah dibuka sejak 4 Juli lalu.
“Namun sampai saat ini belum ada yang datang mendaftar. Kemungkinan di penghujung hari terakhir,” katanya.

KPU, lanjut Dedi sudah mengkomunikasikan proses pendaftaran bakal caleg dengan setiap parpol dengan menggelar pertemuan pada Rabu kemarin. Dalam pertemuan ini hanya membahas soal syarat-syarat pengajuan bakal calon serta berkas-berkas yang mesti diinput dalam Sistem Informasi Pencalonan (Silon).

“Termasuk penyampaian batas waktu pencalonan ke KPU yang akan ditutup ada 17 Juli pukul 24.00 WIB. Hanya informasi yang disampaikan oleh partai, kebanyakan baru akan mendaftar pada 15 Juli sampai 17 Juli,” terangnya.

Komisioner KPU Melawi, Wenefrida, menerangkan, dalam proses pendaftaran bakal calon legislatif, tidak serta-merta parpol langsung daftar ke Kantor KPU. Namun ada proses yang dilakukan parpol, yakni dengan menginput dan floating data ke Sistem Informasi Paslon (Silon).

“Jadi parpol sudah harus menginput dan floating data ke Silon. Di antaranya, keterwakilan 30 persen perempuan, nama bakal Caleg, komposisi harus benar mulai Dapil dan jumlah orangnya. Nah data yang masuk nantinya terfilter di Silon,” ujarnya.

Wene mengatakan, dengan Silon ini akan ketahuan, apabila parpol yang mengajukan persyaratan tidak memenuhi persyaratan. Misalnya kalau parpol tidak memenuhi persyaratan 30 persen keterwakilan perempuan, maka akan ditolak Silon.

“Karena di Silon ini kalau data Parpol yang dimasukkan tidak memenuhi persyaratan akan secara otomatis keluar tulisan di Silon Tidak Memenuhi Syarat (TMS). Kalau memenuhi persyaratan akan keluar tulisan Memenuhi Syarat (MS),” ungkapnya.

Wene mengatakan, masuknya data di Silon, tentunya akan memudahkan pendaftaran parpol saat datang ke KPU Melawi. Sehingga parpol yang mendaftar tinggal membawa berkas, seperti surat pernyataan melakukan proses seleksi caleg secara demokratis.

Lalu membawa pakta integritas yang menyatakan parpol tidak mengikusertakan mantan narapidana kasus narkoba, pelecahan seksual dan korupsi, serta lampiran surat keputusan kepengurusan Parpol yang terakhir dan AD/ART yang ditandatangani ketua dan sekretaris.

“Kalau parpol saat mendaftar tidak menyertakan pakta integritas itu, maka siap-siap sanksi administrasi dan dicoret. Apabila baru ketahuan belakangan caleg yang terpilih pernah jadi napi dari tiga kasus ini, tentunya caleg terpilih tidak akan dilantik,” tegasnya.

Sementara itu, sejumlah caleg mengaku sudah menyelesaikan syarat berkas yang akan diantar ke KPU. Diantaranya adalah Harmanto, seorang bacaleg yang akan maju melalui partai Golkar ini. Ia mengungkapkan memang ada sejumlah syarat yang sedikit sulit didapatkan seperi surat dari pengadilan yang menyatakan bahwa yang bersangkutan tak tersangkut kasus pidana korupsi, asusila maupun narkoba.

“Kalau soal tes kesehatan tidak menjadi masalah, termasuk surat bebas narkoba, surat sehat jasmani dan rohani,” katanya.
Harmanto yang akrap disapa Asang ini mengikuti tes kesehatan kejiwaan di Melawi. Karena menurutnya, lebih efektif karena tak menghabiskan banyak waktu dan biaya.

“Coba kalau ke Pontianak, pergi ke sana saja sudah habis sehari. Belum lagi untuk makan, hotel dan lagi harus mengantri,” katanya.

Sementara, soal biaya yang dikeluarkan, menurutnya juga tidak terlalu jauh berbeda. Yang terpenting, dalam surat ini dinyatakan bahwa ia juga memenuhi syarat rohani seperti yang disyaratkan oleh KPU.
“Sampai sekarang sudah kurang lebih 98 persen berkas kita siap. Tinggal diantar ke KPU bersama caleg lain dari Golkar,” ujarnya. (eko)