Disporapar Melawi: Pos Anggaran untuk POPDA 2018 'Hilang'

Melawi

Editor Indra W Dibaca : 395

Disporapar Melawi: Pos Anggaran untuk POPDA 2018 'Hilang'
Peserta Popda 2018 dari berbagai kabupaten dan kota di Kalbar memadati GOR Pangsuma Pontianak, Selasa (17/7). (SP/Nak)
NANGA PINOH, SP – Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Kabupaten Melawi, Nahru membenarkan soal tidak adanya anggaran untuk mengirim atlet dalam ajang POPDA 2018. Walau sebenarnya anggaran tersebut sudah pernah diusulkan saat penyusunan APBD 2018.

“Namun, karena banyaknya pemangkasan anggaran, sehingga pos untuk POPDA ini hilang,” ungkapnya, Rabu (18/7).

Kendati demikian, Nahru memaparkan, sudah ada inisiatif dari Disporapar untuk menggunakan pos anggaran lain seperti dana pembinaan olahraga berprestasi. Disporapar pun sudah berencana untuk mengirim atlet dari dua cabang olahraga saja.

“Rencana awal yang akan dikirim yakni dari cabang pencak silat dan bola voli. Ini sudah disiapkan, termasuk atlet. Hanya sampai saat pendaftaran di provinsi, dana yang rencananya akan menggunakan pos lain itu tidak kunjung tersedia karena tak cair,” paparnya.

Nahru pun mengaku tak bisa memaksakan para atlet yang sudah berlatih ini untuk turun ke Pontianak. Walau sebenarnya komunikasi dengan pengurus cabang (pengcab) sudah dilakukan dan atlet juga siap turun dalam POPDA.

“Ya rencana tinggal rencana. Akhirnya ya seperti inilah (Melawi tak mengirim atlet ke POPDA),” katanya.

Nahru sendiri membantah bila dalam dua tahun terakhir Melawi tak mengikuti ajang POPDA di tingkat provinsi. Karena pada tahun lalu, Melawi masih sempat mengirimkan atlet, walau hanya pada cabang olahraga tertentu.

Sementara untuk dua tahun sebelumnya ia tak mengetahui karena belum menjabat sebagai Kepala Disporapar.

“Pada 2017 tak ada masalah. Kita masih kirim atlet cabang karate, taekwondo hingga atletik karena dananya ada,” katanya.

Selama ini, untuk ajang POPDA, menurut Nahru memang jarang dilakukan seleksi tingkat kabupaten. Keterbatasan dana menjadi penyebabnya. Sehingga seleksi lebih dilakukan di internal pengcab saja.

“Untuk mengirim atlet ke POPDA sendiri sebenarnya tak memerlukan dana yang begitu besar. Diperkirakan sekitar Rp50 jutaan karena kita rencana hanya mengirim untuk dua cabang olahraga saja,” jelasnya.

Nahru mengakui bahwa sebenarnya Disporapar sudah mengetahui adanya agenda pelaksanaan POPDA sejak awal. Bahkan beberapa kali Disporapar Melawi ikut menghadiri rapat yang digelar Dispora Provinsi Kalbar terkait perhelatan POPDA.

“Ya hanya persoalan dana saja. Sebenarnya anggaran pembinaan olahraga ini cukup besar. Mencapai Rp1,9 miliar. Namun ini sudah dialokasikan ke berbagai kegiatan.” Jelasnya. (eko)