BPS Mulai Tahap Penyusunan Angka Pembangunan Melawi 2018

Melawi

Editor kurniawan bernhard Dibaca : 185

BPS Mulai Tahap Penyusunan Angka Pembangunan Melawi 2018
PEMBUKAAN - Pembukaan FGD Data Sektoral yang digelar BPS dan dihadiri OPD di Lingkungan Pemkab Melawi. BPS saat ini sedang melakukan pengumpulan data Kabupaten Melawi dalam angka 2018. (SP/Eko)
NANGA PINOH, SP - Badan Pusat Statistik (BPS) memulai tahapan penyusunan data sektoral terkait Kabupaten Melawi dalam angka tahun 2018.

Data tahunan yang dikumpulkan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ini, menjadi basis data pembangunan Melawi yang setiap tahunnya dipublikasikan.

Asisten Bidang Pemerintahan Setda Melawi, Imansyah saat membuka Focus Group Discussion (FGD) Data Kabupaten Melawi 2018 mengatakan, data dan informasi statistik yang berkualitas merupakan rujukan bagi upaya perumusan kebijakan dalam menyusun perencanaan, melakukan pemantauan, mengevaluasi program-program agar sasaran yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan tepat. 

“Kesadaran pengguna data semakin meningkat dan tepat waktu, baik instansi pemerintah di tingkat pusat maupun daerah, kalangan akademisi, lembaga penelitian, serta dunia usaha,” katanya.

Imansyah melanjutkan, BPS Melawi setiap tahun menyusun publikasi Kabupaten Melawi dalam angka dan produk domestik regional bruto menurut lapangan usaha.

Publikasi ini memberikan gambaran tentang pembangunan, dengan menyajikan data hasil secara baik dari berbagai bidang dan ulasan deskriptif tentang hal-hal yang penting dari bidang-bidang yang bersangkutan.

“Kabupaten Melawi dalam angka 2018 merupakan publikasi yang cukup bagus, karena melibatkan data statistik sektoral yang 80 persen komposisinya diperoleh dari OPD di tingkat kabupaten," katanya.

Sedangkan statistik sektoral adalah, statistik yang pemanfaatannya ditujukan untuk memenuhi kebutuhan instansi pemerintah tertentu, dalam rangka penyelenggaraan tugas-tugas pemerintah dan tugas pembangunan.

Diharapkannya, dengan pelaksanaan FGD ini, data yang disajikan aktual serta konsisten dan kualitas penyusunan dokumen rencana pembangunan daerah, baik RPJPD, RPJMD, RKPD, Renstra serta Renja OPD pada tahun-tahun berikutnya dapat semakin meningkat.

“Dukungan dari tiap OPD juga diperlukan, untuk memperlancar proses penyusunan data Melawi dalam angka setiap tahunnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala BPS Kalbar, Pitono ditemui disela-sela kegiatan mengatakan, FGD data sektoran diperlukan untuk sinkronisasi data, sebelum buku Melawi dalam angka 2018 diterbitkan.

“Data Melawi dalam angka merupakan gambaran dari kondisi pembangunan Melawi," terangnya.

Sumber datanya memang 80 persen dari OPD dan 20 persen dari BPS. Data yang dikumpulkan BPS ini dikembalikan lagi, apakah ada salah tulis, salah data karena masalah angka-angka ini masalah yang krusial. Dikhawatirkan nanti ada data yang kurang tepat.

“Mungkin bisa April atau Mei sudah bisa selesai. Hanya pengalaman BPS mengumpulkan data-data tersebut, rata-rata terbitnya akhir Agustus," katanya. (eko/pul)