Panji: Jangankan Masyarakat Awam, PNS Pun Bisa Tertipu Investasi Bodong

Melawi

Editor Indra W Dibaca : 146

Panji: Jangankan Masyarakat Awam, PNS Pun Bisa Tertipu Investasi Bodong
Ilustrasi. (Net)
NANGA PINOH, SP – Edukasi masyarakat terhadap investasi jasa keuangan perlu terus ditingkatkan agar tak menjadi korban investasi bodong. Pemahaman tentang berbagai jenis investasi jasa keuangan termasuk resiko dan keuntungannya sudah semestinya menjadi perhatian bagi calon konsumen.

Kepala Sub Bagian Pengawasan Bank Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Perwakilan Kalbar, Adnan Syarif menilai tingkat pemahaman masyarakat masih tergolong rendah sehingga OJK dan juga sekuritas harus lebih meningkatkan intensitas edukasi kepada masyarakat.

"Masyarakat saat ini masih lebih memilih menyimpan dananya di deposito ketimbang di reksadana. Makanya untuk  transaksinya masih wajar-wajar saja belum ada yang terlalu signifikan. Dari sisi ketertarikan masyarakat terhadap pasar modal masih sangat besar karena literasi dari masyarakat terhadap pasar modal masih sangat rendah," ujarnya dalam Sosialisasi Mengenal Otoritas Jasa Keuangan Industri Keuangan Dan Waspada Investasi Ilegal Kepada Pegawai Pemda Kabupaten Melawi, Kamis ( 9/8) di Pendopo Bupati Melawi.

Adnan mengungkapkan banyak masyarakat yang banyak menggunakan produk jasa keuangan terlebih dahulu, baru kemudian memahami karakteristik produk tersebut. Padahal semestinya yang harus dilakukan masyarakat sebagai pengguna jasa keuangan seharusnya memahami terlebih dahulu produk tersebut.

“Hasil survei nasional literasi dan inklusi keuangan nasional di tahun 2016 menunjukkan bahwa terdapat 67,8 persen masyarakat yang telah menggunakan produk dan layanan keuangan. Namun demikian hanya 29,7 persen masyarakat yang telah mampu atau paham literasi keuangan,” paparnya.

Karena itu, OJK berharap masyarakat dapat lebih meningkatkan pengetahuan produk jasa keuangan serta karakteristik dan manfaat keuangan. Adnan juga berharap pegawai kabupaten Melawi mengetahui resiko investasi jasa keuangan.

“Apalagi saat ini banyak investasi bodong. Laporan banyak diterima dari berbagai kabupaten,” katanya.

Bupati Melawi, Panji mengatakan masih maraknya kasus penawaran investasi yang berpotensi merugikan masyarakat membuat perlu diadakan tindakan preventif dan represif untuk memfasilitasi para korban.

Apalagi orang yang menjadi korban bukan hanya dari kalangan masyarakat awam, tapi juga berasal dari keluarga yang sebetulnya sangat paham. Tak jarang kalangan pegawai negeri, polisi bahkan orang bank bisa menjadi korban. Karena mudahnya orang  tergoda penawaran keuntungan investasi.

"Edukasi kepada masyarakat sangat penting agar tidak terjerumus investasi ilegal," katanya.

Panji melanjutkan,  contoh paling nyata adalah adanya oknum tertentu yang kerap menawarkan investasi untuk melipatgandakan uang seperti asuransi tertentu, namun setelah semakin banyak menginvestasikan modalnya lalu jasa keuangan tersebut malah tumbang atau dilarikan oleh pemilik.

“Masyarakat harus waspada terhadap praktek-prakter penawaran  investasi bodong yang marak di Indonesia khususnya di Kalbar,” pungkasnya. (eko)