Kebakaran Lahan di Melawi Renggut Nyawa Bocah Tujuh Tahun

Melawi

Editor Indra W Dibaca : 211

Kebakaran Lahan di Melawi Renggut Nyawa Bocah Tujuh Tahun
Adong (65) menjalani perawatan medis akibat luka bakar yang dialaminya. Satu anaknya tewas dalam peristiwa kebakaran lahan. (SP/Eko)
NANGA PINOH, SP – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kabupaten Melawi memakan korban jiwa. Lahan yang terbakar di wilayah Desa Nanga Tikan, Kecamatan Belimbing Hulu, Minggu (12/8) menyebabkan seorang anak bernama Vito (7) meninggal dunia.

Dari informasi yang didapat Suara Pemred, korban diketahui sedang bersama sang abang Rio (12) serta orang tuanya Adong (65) tinggal di pondok kebun. Saat berada dalam pondok sekitar pukul 10.00 WIB, tiba-tiba api yang sedang membakar lahan menyambar dan membakar pondok dengan cepat.

Tiga orang yang berada di dalam pondok pun ikut menjadi korban. Dua diantaranya yakni Adong serta Rio, kritis dan langsung dirujuk ke Rumah Sakit Citra Husada (RSCH) Nanga Pinoh. Sementara Vito meninggal dunia karena menderita luka bakar yang cukup parah.

Informasi ini sendiri dibenarkan oleh Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Melawi, Syafaruddin. Saat dihubungi melalui seluler, Senin (13/8) ia mengungkapkan bahwa laporan terkait kejadian ini disampaikan langsung oleh kepala desa setempat.

“Korban saat ini ada di rumah sakit. Anaknya sedang kritis,” katanya.

Syafarudin juga memaparkan dari keterangan kepala Desa Nanga Tikan disebutkan bahwa asal api berasal dari lahan di sebelah pondok yang kemudian membesar. Adong pun disebutkan sudah berupaya menyelamatkan sang anak, namun tetap menjadi korban dari api yang terlebih dahulu membesar.

“Staf BPBD juga masih melakukan pengecekan ke TKP,” katanya.

Syafar mengatakan, sebenarnya BPBD sudah berkali-kali mengingatkan masyarakat terkait larangan membakar lahan. Apalagi saat ini sedang musim kemarau sehingga api bisa merambat dengan cepat, ditambah cuaca yang panas dan angin yang bertiup kencang.

“Dari pantauan hotspot pada 12 Agustus sampai 12 Agustus diketahui ada 10 titik api di Melawi. Sebarannya mulai dari Kecamatan Sayan, Pinoh Selatan, Tanah Pinoh Barat, Ella Hilir, serta Belimbing,” katanya.

Sementara itu, Kedat, salah seorang keluarga korban yang ikut menunggu di RSCH mengungkapkan, kejadian ini diketahuinya setelah adik ipar yang berada di kampung memberitahunya adanya keluarganya yang menjadi korban kebakaran lahan.

“Kebakarannya pas hari Minggu yang kami diketahui. Sementara jamnya kami tidak tahu. Soal kejadiannya seperti apa, kami juga tidak tahu karena tidak berada di sana. ,” katanya.

Korban Adong, bersama sang anak Rio kini masih dalam perawatan intensif pihak rumah sakit. Rio sendiri seperti dalam gambar yang dikirim BPBD mengalami luka bakar yang terbilang parah. (eko)