Pemerintah Diminta Hargai Tenaga Honorer

Melawi

Editor Jindan Dibaca : 802

Pemerintah Diminta Hargai Tenaga Honorer
Ilustrasi
NANGA PINOH, SP - Pemerintah haruslah menghargai tenaga guru honorer. Pernyataan itulah yang pantas diutarakan Sari Bujang, yang mengaku hilang harapan untuk diangkat menjadi PNS karena terbentur usia.

"Nampaknya saya sangkut diumur lagi. maksimal 35 tahun sedangkan saya sudah 44 tahun. Berarti kehilangan harapan lagi ya," katanya saat dihubungi Suara Pemred.

Padahal, kata Sari Bujang, peran guru honorer dalam mencerdaskan generasi bangsa ini sudah tidak terbantahkan lagi. Walau dibayar dengan nominal gaji yang jauh lebih kecil dari pegawai negeri, mereka tetap rela untuk mengabdikan diri.

"Guru honor juga menjalankan tugas yang sama beratnya dengan guru PNS. Jam mengajarnya kadang lebih berat. Guru honorer juga miliki kewajiban yang sama dengan guru lainnya," katanya.

Karena itu, ia menilai bila revisi Undang -undang ASN bisa dilakukan, maka hal tersebut lebih baik. Dalam pengangkatan honorer K2 di masa lalu dengan melampirkan masa kerja.

"Itu bisa jadi solusi khusus untuk pengangkatan honorer menjadi CPNS. Seperti saya tahun 2005 sudah honor di Madrasah Aliyah Nanga Pinoh," katanya.

Semua, guru honorer, kata Sari bujang tentu berharap pemerintah bisa memperhatikan nasib mereka.

"Bukan seperti tahun lalu, merekrut PNS  (seperti GGD) yang baru lulus, bahkan langsung mendapat sertifikasi dan fasilitas lainnya. Tapi melupakan guru yang sudah mengabdi puluhan tahun. Padahal dari pengalaman, justru guru honorer ini lebih banyak dan juga sudah diberikan berbagai macam bimtek," keluhnya. (eko)

Komentar