Pelamar CPNS Membludak, Panitia Batasi Verifikasi Berkas

Melawi

Editor Angga Haksoro Dibaca : 2215

Pelamar CPNS Membludak, Panitia Batasi Verifikasi Berkas
Nanga Pinoh, SP – Panitia membatasi jumlah pelamar CPNS yang melakukan verifikasi berkas secara manual di kantor Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Melawi.  

Kepala BKPSDM Melawi, Paulus mengatakan hingga Senin pagi ada 3.544 pelamar yang telah mendaftar melalui portal sscn.bkn.go.id. Jumlah ini mungkin bertambah mengingat pendaftaran CPNS diperpanjang hingga 15 Oktober 2018.  

“BKSPDM Melawi sudah menyiapkan sejumlah pegawai untuk melakukan verifikasi berkas secara manual. Proses verifikasi ini memang harus dilakukan langsung oleh pelamar CPNS bersangkutan. Tidak bisa diwakilkan,” kata Paulus, Senin (8/10).  

Menurut Paulus, panitia terpaksa membatasi jumlah pelamar yang melakukan verifikasi maksimal 300 orang per hari. “Kami menyiapkan sesuai pengambilan nomor antrian. Agar panitia bisa bekerja optimal dan ada jeda. Jangan sampai ada verifikasi yang salah.”  

Verifikasi berkas manual menjadi bagian dari proses pendaftaran CPNS. Sebelum mengikuti pelaksanaan tes, pelamar CPNS, ujar Paulus mendaftar melalui portal online BKN.  

Setelah berhasil mendaftar online mereka wajib verifikasi berkas dengan membawa persyaratan yang diminta seperti ijazah, transkrip nilai, akreditasi kampus atau jurusan, termasuk fotocopy KTP dan KK serta sejumlah surat pernyataan dan surat lamaran.  

Hingga 8 Oktober 2018, jumlah pelamar CPNS yang melakukan verifikasi di Melawi lebih dari 2 ribu orang. “Nanti semua akan kami terima tanpa batas. Bahkan mungkin di luar jam kerja. Kecuali dia sudah melewati waktu verifikasi 16 Oktober, otomatis kami sudah tutup,” ucapnya.  

Sejumlah pelamar CPNS banyak yang kecewa karena nomor antri yang disediakan panitia habis sejak pagi. “Informasinya ada 300 nomor yang disiapkan. Tapi kami datang, ternyata sudah habis,” kata Andriani, salah seorang pelamar dari Sintang.  

Andriani terpaksa datang kembali besok. Padahal, dia harus meninggalkan pekerjaannya di Sintang untuk dapat menyerahkan berkas lamaran CPNS ke Melawi. “Lumayan jauh dan kami juga mesti bekerja. Saya tak tahu ada batasan jumlah yang bisa menyerahkan berkas,” keluhnya.  

Pelamar formasi CPNS di Kabupaten Melawi terbilang tinggi. Jumlah pelamar CPNS di Pemkab Melawi peringkat kedua tertinggi setelah Sambas untuk wilayah Kalimantan Barat. (eko)