Pencuri Meteran PDAM Terbongkar dari Lapak Besi Bekas

Melawi

Editor Angga Haksoro Dibaca : 668

Pencuri Meteran PDAM Terbongkar dari Lapak Besi Bekas
Nanga Pinoh, SP – Polsek Nanga Pinoh membongkar sindikat pencurian meteran PDAM. Polisi memulai penyelidikan dari lapak penjualan besi bekas.  

Kapolsek Nanga Pinoh, Iptu Mulai Sembiring mengatakan, pengungkapan sindikat pencurian meteran PDAM berawal dari hasil penyelidikan anggota ke sejumlah penampung besi  bekas di Dusun Laja Permai, Desa Paal, Nanga Pinoh.  

“Usai rapat lintas sektoral dengan camat, kades, serta PDAM pekan lalu, kami melakukan penyelidikan ke sejumlah tempat pembelian besi bekas. Di Desa Paal, kami temukan 24 meteran air yang sudah dibongkar ,” kata Iptu Mulai Sembiring.  

Polisi kemudian menyita meteran dan menangkap FS (30 tahun) tersangka penadah meteran curian PDAM. “Dari hasil interogasi dan pemeriksaan petugas  terhadap FS, didapati informasi bahwa pelaku pencurian berinisial IS (24 tahun),warga Dusun Laja Permai, Desa Paal, Kecamatan Nanga Pinoh,” ujar Iptu Mulai Sembiring.  

Menurut Iptu Mulai Sembiring, tersangka IS ditangkap di Jalan Sertu Nanga Pinoh Rabu (10/10). Di rumah tersangka  polisi juga menemukan 27 rangkaian meteran PDAM.  

Tersangka FS dikenai Pasal 480 KUHP karena berperan sebagai penadah atau pembeli barang hasil curian. Sedangkan IS alias IN dikenai Pasal 363 ayat (1) ke-3, subsider pasal 362 juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP dengan sangkaan pencurian dengan pemberatan.  

Meteran PDAM menjadi target pencuri karena di dalamnya terdapat material kuningan yang memiliki nilai jual tinggi. “Laporan PDAM ke Polsek Nanga Pinoh, ada 146 meteran PDAM yang hilang sejak Januari hingga September 2018. Total kerugian masyarakat diperkirakan mencapai Rp 73 juta,” ujar Mulai Sembiring.  

Sebelumnya, Direktur PDAM Tirta Melawi, Agus Darius mengungkapkan kasus pencurian meteran air PDAM sudah terjadi sejak tahun lalu. Kasus ini tidak hanya merugikan pelanggan, tapi juga pihak PDAM. “Pelanggan dirugikan karena harus mengganti meteran yang hilang. Sedangkan kami dirugikan karena kehilangan air,” kata Agus Darius. (eko)