Bupati Perintahkan PT CM Kembalikan Lahan Sawit Warga

Melawi

Editor Angga Haksoro Dibaca : 377

Bupati Perintahkan PT CM Kembalikan Lahan Sawit Warga
Nanga Pinoh, SP – Pemkab Melawi memfasilitasi penyelesaian sengketa lahan usaha II milik warga transmigrasi di Desa Lengkong Nyadom. Pertemuan yang dihadiri PT Citra Mahkota akhirnya memutuskan lahan usaha II seluas 200 hektare dikembalikan pada warga transmigrasi.  

Hal ini disampaikan Kepala Desa Lengkong Nyadom, Suyadi saat dihubungi Suara Pemred, Rabu (31/10). Menurut Suyadi, Bupati memerintahkan agar lahan transmigrasi yang dicaplok perusahaan perkebunan tersebut dikembalikan ke warga.  

“Hasil dalam musyawarah yang dipimpin bupati adalah, pihak perusahaan bersedia melepaskan lahan sawit seluas 200 hektare kembali pada warga transmigrasi,” kata Suyadi.  
\
Keputusan rapat lainnya adalah akan dibentuk tim untuk melakukan pengecekan dan pematokan lahan dalam waktu secepatnya. Terkait dengan pola bagi hasil lahan warga trans yang sudah ditanami sawit, akan dimusyawarahkan dengan pihak perusahaan.  

“Tiga poin ini merupakan keputusan Bupati Melawi. Kalau bagi warga, yang penting lahan usaha II ini kembali pada warga dulu. Tidak ada pola-pola bagi hasil, intinya itu ya punya warga. Karena delapan tahun warga dirugikan, kena tipu. Ya memang tidak ada kompensasi uang, lahan ini juga mesti kembali ke warga,” katanya.  

Setelah lahan diukur dan dipatok ulang diharapkan bisa segera dibagikan kepada warga. “Kemudian ada proses sertifikasi lahan dan dibagikan ke warga. Ya sudah, titik. Itu saja, warga menyikapinya. Soal bargaining dengan perusahaan, itu nanti. Mau bagi hasil atau apa, yang penting tidak merugikan masyarakat,” katanya.  

Terkait persoalan batas lahan dengan Desa Natai Compa, Suyadi mengatakan hal ini sempat dibicarakan dalam rapat. Hanya menurutnya, bupati meminta agar persoalan ini diselesaikan terlebih dahulu di internal dengan melibatkan camat dan aparatur desa.  

Suyadi meminta agar Pemkab Melawi langsung memutuskan terkait soal batas Desa Compa dan Lengkong Nyadom. “Batas desa ini sebenarnya tidak menghilangkan hak. Kalau warga punya tanah di batas itu, ya tetap hak milik warga.”   

Pertemuan masalah lahan usaha transmigran Lengkong Nyadom, kata Suyadi berlangsung hingga pukul 17.00 WIB. Dalam pertemuan tersebut juga dihadiri oleh pihak BPN Melawi serta stakeholder terkait.  

Ratusan warga trans Desa Lengkong Nyadom menginap di Pendopo Bupati mengawal jalannya pertemuan dan menuntut penyelesaian sengketa lahan dengan PT Citra Mahkota. (eko)