Pemuda Tenggelam, Tak Punya Ongkos Sebrangi Sungai

Melawi

Editor Angga Haksoro Dibaca : 178

Pemuda Tenggelam, Tak Punya Ongkos Sebrangi Sungai
Nanga Pinoh, SP - Sigit Priyanto (17 tahun) ditemukan tewas tenggelam di Sungai Melawi, Senin (29/10) dini hari. Jasad Sigit, juru parkir di supermarket Mitra Buana itu ditemukan mengapung di Desa Tekelak, Selasa (30/10) malam.

Pencarian korban oleh polisi, warga, dan Taruna Tanggap Bencana Kab Melawi dilakukan sejak Senin pagi. Jasad korban ditemukan mengapung di dekat Desa Tekelak.

Wakapolres Melawi, Kompol Jajang menerangkan, laporan orang tenggelam dengan identitas korban Sigit Priyanto dilaporkan ke Polres Melawi pada Senin pagi sekitar pukul 08.00 WIB. Anggota bersama keluarga korban serta warga langsung menyisir Sungai Melawi namun korban tidak ditemukan.

“Selasa kemarin dilakukan pencarian lagi menggunakan perahu tempel dan perahu bandung oleh 30 orang. Salah satu tim pencari korban, Ridwan melihat seperti ada kayu yang menggambang, setelah dihampiri ternyata jasad korban,” kata Kompol Jajang.

Korban langsung dibawa ke dermaga SDF Nanga Pinoh. “Saat ditemukan posisi mayat mengapung di sungai dan tengkurap dengan menggunakan celana jeans pendek dan baju hitam lengan pendek.”

Pada Minggu (28/10) malam, Sigit bersama lima rekannya pergi ke Desa Tekelak. Mereka menggunakan perahu tambang menyeberangi sungai Melawi menuju Desa Kompas Raya untuk bertamu ke rumah pacar salah seorang rekan Sigit. Empat rekan yang ikut bersama Sigit malam itu yakni Amin, Pajar, Ecak dan Udang.

“Awalnya Amin sudah melarang korban untuk ikut, karena uang yang ada tak cukup untuk membawa mereka bolak balik menyeberangi perahu tambang. Saat akan kembali ke Nanga Pinoh sekitar pukul 23.00 WIB, uang untuk membayar perahu tambang tak cukup,” kata Wakapolres.

Tiga teman Sigit berinisiatif kembali ke rumah pacar untuk meminjam uang. Sedangkan Amin dan Pajar tetap bersama Sigit menunggu di tepi sungai Kompas Raya hingga Senin dini hari.

Saat itu korban berbicara melantur kepada Amin. Korban mengatakan dia harus pulang malam ini, berenangpun tidak apa-apa. Jika memang tidak sampai ke seberang, berarti sungai ini minta tumbal.

“Lalu korban membuka jaketnya dan terjun ke sungai. Melihat korban terbawa arus, Amin dan Pajar berusaha menolong namun gagal. Mereka kemudian meminta pertolongan warga Kompas Raya yang rumahnya berada di sekitar steigher,” jelasnya. (eko)