Bikin Petisi

Melawi

Editor Kiwi Dibaca : 193

Bikin Petisi
ilustrasi
Anggapan passing grade CPNS 2018 yang tinggi sampai membuat akun Mizan Banjarnegara, membikin petisi di change.org berjudul “Tinjau dan Revisi sistem passing grade SKD/TKD CPNS 2018”. Petisi ditujukan pada Menpan RB dan Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Dibuat empat hari lalu, hingga Senin pukul 19.12 WIB, sudah ditandatangani 1.400 orang. 

Dia menilai passing grade yang dipatok rancu. Bahkan bisa jadi peserta yang memiliki akumulasi nilai lebih tinggi tidak lolos, sedangkan peserta dengan nilai lebih rendah diterima. 

“Tapi okelah tidak mengapa mungkin tujuannya agar menghasilkan CPNS yang kecerdasan seimbang antara satu bidang dan bidang lainnya,” tulisnya dalam petisi.

Masalah utama ada di tingkat nilai ambang batas yang terlalu tinggi, sehingga banyak yang tidak lolos di Tes Kompetensi Dasar (TKD). Hal tersebut terbukti di beberapa daerah yang telah menyelesaikan tes TKD, jumlah kelulusannya tidak memenuhi kuota. 
Dia mengambil contoh, salah satunya pemerintah Kabupaten Banyumas yang memiliki kuota formasi 729, sementara yang lulus TKD hanya 211 . Total peserta gagal 4.761. 

Mengacu pada kasus-kasus tersebut, menurutnya untuk mendapatkan seleksi yang lebih proporsional sulit dilakukan. Padahal, bobot TKD hanya 40 persen, sementara Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) bobotnya 60 persen. 

Namun dengan ketentuan batas TKD tersebut saja, banyak kuota tak terpenuhi. Bagaimana mungkin akan melakukan SKB yang harapannya tiga kali jumlah kuota. Padahal SKB sangat penting untuk mengukur kemampuan atas profesi yang akan dijalankan. K
“Karena bisa jadi TKD tidak tinggi, tapi kompetensi bidangnya bagus,” sebutnya.

Dia berharap ada perubahan sistem. Di antaranya manakala TKD tidak terpenuhi tiga kali jumlah formasi (1:3), maka bisa menggunakan sistem rangking 1-3. Hal ini lebih adil dan tidak membuang anggaran. Untuk menyeleksi TKD lagi, tinggal masuk peringkat ke SKB.

“Adapun untuk yang telah lolos passing grade bisa diposisikan dengan poin plus dalam peringkat dengan tambahan skor tersendiri, dibanding yang nilai lebih tinggi tapi tidak lolos. Namun hasil akhir tetap mengacu pada akumulasi gabungan TKD dan SKB dimana poin TKD adalah 40 persen dan SKB 60 persen,” usulnya. (bls)

Komentar