Warga Nanga Pinoh Kesal Listrik Padam Berjam-jam

Melawi

Editor Angga Haksoro Dibaca : 151

Warga Nanga Pinoh Kesal Listrik Padam Berjam-jam
Nanga Pinoh, SP – Jaringan listrik di Kota Nanga Pinoh dan sekitarnya padam total sejak Rabu (7/11) tengah malam, hingga Kamis (8/11) siang. Warga mengeluhkan pemadaman oleh PLN, apalagi waktunya cukup lama.  

Harry, warga Nanga Pinoh mengungkapkan pemadaman yang terjadi kali ini terbilang parah dari biasanya. Beberapa hari terakhir PLM kerap melakukan pemadaman.  

“Listrik padam mungkin biasa, tapi berjam-jam seperti sekarang ini sangat mengganggu. Apalagi listrik padam tanpa ada penjelasan sama sekali dari PLN,” kata Harry.  

Padahal, pada Rabu siang, PLN sudah memadamkan listrik sejak pagi hingga sore dengan alasan perawatan jaringan serta pemasangan kabel bawah tanah. Tiba-tiba, listrik padam kembali tengah malam dan baru menyala siang hari.  

“Kerjaan pun terbengkalai. Perangkat seperti laptop hingga handphone kehabisan daya karena tak bisa di-charge. Masyarakat juga terganggu karena malam hari perlu penerangan dan kebutuhan lainnya,” ujar Harry mengungkapkan kekesalannya.  

Pemadaman total pun membuat netizen meluapkan kekesalan di berbagai jejaring sosial seperti Facebook. Banyak diantaranya yang meminta penjelasan.  

Bahkan ada sejumlah akun facebook yang menyebarkan foto surat yang berkop PT Sewatama sebagai perusahaan penyedia mesin pembangkit PLTD di Sidomulyo yang ditujukan pada PT PLN Wilayah Kalbar tentang rencana penghentian operasi mesin pembangkit di PLTD Sidomulyo dan PLTD Sukaharja Ketapang.  

Penghentian ini disebutkan dalam surat tersebut karena belum adanya kepastian tentang keputusan penyesuaian harga dan pembebasan denda ketidakmampuan daya (DKD).  

Seperti diketahui, Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Nanga Pinoh memang menggunakan mesin sewa milik PT Sewatama dengan kapasitas 7 mega watt.  

Supervisor Teknik PLN Rayon Nanga Pinoh, Made Manik Ardynatha ditemui Kamis (8/11) menjelaskan pemadaman total di Nanga Pinoh dan kecamatan sekitarnya terjadi karena adanya permasalahan pada mesin pembangkit. Walaupun demikian, Made tak menjelaskan masalah kerusakan tersebut.  

“Kita tak tahu bila mesin pembangkit bermasalah, karena terjadi mendadak. Namun, tim di lapangan sedang berupaya memperbaiki,” katanya.  

Sementara, terkait surat yang beredar di media sosial soal penghentian operasi dari PT Sewatama, Made mengaku tak tahu menahu. Ia mengaku belum lama bertugas di PLN Rayon Nanga Pinoh. (eko)