Rabu, 23 Oktober 2019


Tangani Kebakaran Lahan RKA Kerahkan Alat Berat

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 124
Tangani Kebakaran Lahan RKA Kerahkan Alat Berat

TERBAKAR - Lahan milik PT RKA yang hangus terbakar. Sebagian besar lahan tersebut merupakan lahan produktif siap panen.

NANGA PINOH, SP – Kebakaran yang menghanguskan ratusan hektare lahan perkebunan sawit PT Rafi Kamajaya Abdi (RKA), membuat polisi melakukan penyegelan di atas lahan yang terbakar. 

Pihak perusahaan pun mendukung langkah penyelidikan dan tetap berupaya memadamkan api dengan membangun sekat menggunakan alat berat.
 
Presiden Direktur PT RKA, Vijaya Kumar, yang hadir langsung dalam penyegelan oleh Polres Melawi mengatakan, perusahaanya sudah berupaya melakukan pemadaman terhadap karhutla di wilayah izin konsesinya. PT RKA saat ini juga sudah mengerahkan empat alat berat (ekskavator) untuk membuat sekat agar kebakaran tak meluas ke area lain.
 
“Dalam lahan gambut, blocking ini yang efektif agar kebakaran tidak melompat. Itu
dilakukan pada area yang sudah terbakar,” katanya.
 
Vijaya menilai, kebakaran di area konsesinya bukanlah kesengajaan pihak perusahaan atau oknum tertentu. Bisa saja kebakaran dipicu dari sebuah puntung rokok. Karena kondisi kering, tidak ada hujan, seperti sebuah siklus kemarau empat tahunan.
 
“Untuk sumber api inilah yang harus kami investigasi. Mungkin karena puntung rokok. Karena jalan menuju area yang terbakar merupakan jalan umum yang biasa dilalui masyarakat. Ini tidak sengaja terbakar,” katanya.
 
Vijaya menilai, perusahaan mendukung langkah penyelidikan oleh kepolisian. Apalagi pascapenyegelan dari Polres Melawi serta Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Perusahaan, lanjutnya, akan berorientasi untuk empat tahun mendatang, apa langkah dan program agar kejadian serupa tak kembali terjadi di lahan milik PT RKA.
 
“Bagaimana mensosialisasikan bahaya kebakaran pada masyarakat. Karena asap ini menyusahkan bayi, orang tua serta orang ramai,” ucapnya.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Perkebunan (Dispanbun) Melawi, Daniel mengatakan, upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan memang harus dilakukan, termasuk oleh perusahaan pemegang izin konsesi. 

Karena itu, ketaatan perusahaan terhadap aturan sangat penting, mengingat kasus kebakaran yang menimpa lahan PT RKA bisa saja terjadi di area kebun lainnya.
 
“Makanya perusahaan harus mengerahkan kemampuan ekonomi, SDM hingga sarana dan prasarana mencegah kebakaran. Tidak boleh main-main lagi dengan karhutla. Sebagai pemilik lahan konsesi dia harus bertanggung jawab. Tidak bisa berdalih, bahwa lahan ini belum dibebaskan atau apa pun,” katanya.
 
Perusahaan, lanjut Daniel, juga diberikan kewenangan untuk mengedukasi masyarakat di sekitar perkebunan untuk bersama-sama mencegah kebakaran. (eko/lha)