Minggu, 20 Oktober 2019


Nurmisnawati Butuh Uluran Tangan Dermawan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 46
Nurmisnawati Butuh Uluran Tangan Dermawan

MENUNJUKKAN - Nurmisnawati, penderita kanker payudara yang berharap bantuan dari para dermawan. IST

Nurmisnawati, ibu rumah tangga asal Desa Batu Begigi, Kecamatan Tanah Pinoh, harus menahan sakit setiap harinya. Diagnosa Kanker Payudara yang diidapnya sejak beberapa tahun ini membuatnya sulit beraktivitas. Sementara, untuk mengobatinya penyakitnya, ibu dua anak ini terkendala ekonomi.

 

Nurmisnawati yang ditemui di rumah kerabatnya di Dusun Kuala Belian, Desa Paal, Nanga Pinoh, belum lama ini mengatakan, ia sebenarnya akan menjalani pengobatan rujukan ke RSUD Soedarso di Pontianak. Namun, rencana ini urung dijalani karena keterbatasan dana.  

 

“Saya saat ini pasrah saja sambil menahan sakit karena kami kesulitan dana,” ungkapnya.

 

Nurmisnawati menceritakan, awal mula dirinya terkena kanker payudara. Sekitar enam bulan yang lalu, payudaranya terasa gatal-gatal dan tumbuh benjolan.

 

“Kemudian saya periksa ke Puskesmas Kota Baru, dan di sana saya dikasih obat antibiotik. Setelah seminggu kemudian, semakin membesar dan Puskesmas Kota Baru merujuk saya ke Rumah Sakit Citra Husada (RSCH),” katanya.

 

Kemudian ia pun menjalani perawatan di RSCH, hingga sempat dilakukan operasi, karena waktu itu benjolan masih sebesar 5 cm. Setelah operasi, dokter menyarankan setelah habis obat, jangan minum obat lagi.

 

“Namun setelah sebulan kemudian tumbuh lagi benjolan, sampai sekarang sudah semakin besar. Sudah dilakukan check up ke RSCH, ditangani dokter Rahmad. Saya disarankan untuk di rujuk ke Soedarso Pontianak,” ungkapnya.

 

Nurmisnawati bukanlah dari keluarga yang mampu, ekonomi keluarganya hanya bisa untuk mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari. Dirinya hanya sebagai ibu rumah tangga, sementara sang suami yakni Hendra, hanya bekerja sebagai pencetak batako di Kota Baru dengan upah per batako empat ratus rupiah.

 

“Kondisi fisik suami saya tidaklah lagi normal. Kaki sebelah kanan pincang karena pernah patah akibat jatuh dari motor,” ucapnya.

 

Pasutri, Nurmisnawati dan Hendra sendiri dikaruniai dua anak yang masih duduk dibangku sekolah dasar.  Karena harus menjalani pengobatan, sang anak sementara tak sekolah.

 

Saat ini, kata dia, sudah ada bantuan yang diterimanya, yakni dari TK Insan Kamil dan Salimah Melawi. Sementara dari Pemerintah Desa maupun dari Kabupaten, belum ada.

 

“Untuk pengobatan kami menggunakan BPJS, namun untuk biaya pengobatan serta biaya hidup selama menjalani pengobatan yang kami tidak ada,” ucapnya.

 

Nurmisnawati mengharapkan adanya bantuan dari para dermawan untuk ikut meringankan.

 

Jika yang berminat membantu bisa memberikan secara langsung dengan menghubungi nomor kontak Nurmisnawati di nomor 081256816722.

 

“Mudah-mudahan ada yang bisa membantu kami dan semoga Allah membalas kebaikan yang telah dilakukan orang yang membantu itu,” harapnya. (eko susilo/shella)