Kamis, 30 Januari 2020


Jalan di Desa Mandau Baru Tertimbun Longsor

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 85
Jalan di Desa Mandau Baru Tertimbun Longsor

TERTIMBUN - Kondisi jalan di Desa Mandau Baru yang masih tertimbun lumpur dan tanah akibat longsor pada Selasa (3/12) lalu. IST

NANGA PINOH, SP – Intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir, mulai memunculkan potensi bencana longsor. Salah satunya terjadi di Desa Mandau Baru, Kecamatan Pinoh Selatan. 

Longsor di salah satu titik perbukitan membuat ruas jalan penghubung antardusun tertimbun tanah.

 Informasi longsor ini diketahui melalui Facebook Udiyansah Ujang. Ia mengungkapkan, longsor terjadi pada Selasa (3/12) dini hari sekitar pukul 02.00 WIB. Dari sejumlah foto yang ia unggah di media sosial, longsoran membuat sebagian ruas jalan tertutup tanah.

 “Bencana alam Longsor akibat curah hujan yang tinggi. Yang mengakibatkan akses jalan antara Dusun Landau Beringin, Catet, dan Dusun Antai terputus akibat tertimbun tanah longsor,” katanya.

 Bencana longsor ini pun sudah diketahui oleh BPBD Melawi. Kepala BPBD Melawi, Syafaruddin ditemui di kantornya, Rabu (4/12) mengungkapkan, setelah menerima laporan terkait longsor tersebut, ia sudah mengirimkan staf untuk mengecek informasi tersebut.

 “Dari pantauan langsung di Desa Mandau Baru, memang ada tiga titik longsor yang mengganggu aktivitas masyarakat. Korban tidak ada. Hanya jalan terputus,” katanya.

 Dilanjutkan Syafar, hasil pengecekan BPBD akan dilaporkan ke bupati untuk memutuskan penanganan lebih lanjut. Salah satu alternative, yakni dengan menurunkan alat berat PU untuk membuang material longsor sehingga akses jalan dapat dilalui.

 “Sekarang memang jalan belum bisa dilalui kendaraan. Kalau untuk sekedar jalan kaki mungkin masih bisa. Tapi kita akan tangani secepatnya,” ujarnya.

 BPBD pun mengeluarkan imbauan terkait dengan tingginya curah hujan di penghujung tahun 2019 ini. Karena potensi longsor serta sejumlah bencana alam lainnya bisa saja terjadi seperti banjir.

 “Saya berharap pada masyarakat, untuk berhati-hati. Bila ada kejadian bencana, cepat laporkan ke desa dan ditindaklanjuti ke posko siaga darurat bencana BPBD,” tuturnya. (eko/lha)