Minggu, 26 Januari 2020


Karyawan PT SBK Demo Perusahaan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 221
Karyawan PT SBK Demo Perusahaan

DEMO - Aksi Demo karyawan menuntut pembayaran tiga bulan gaji yang tertunggak perusahaan di Camp Nanga Nuak, PT SBK. Ratusan karyawan ini juga menuntut dipenuhinya hak-hak karyawan. Salah satunya gaji yang tidak dibayarkan oleh perusahaan selama tiga bul

NANGA PINOH, SP – Ratusan karyawan PT Sari Bumi Kusuma (SBK) mendatangi Camp Nanga Nuak yang terletak di Kecamatan Ella Hilir, Minggu (12/1). Aksi damai karyawan ini menuntut kejelasan status mereka usai tiga bulan terakhir tak menerima gaji dari perusahaan HPH tersebut.

Dari sejumlah foto dan video yang tersebar melalui media sosial, ratusan karyawan datang langsung ke camp untuk menyampaikan tuntutan mereka, terkait persoalan gaji yang belum dibayar hingga hak-hak karyawan yang tidak terpenuhi, seperti BPJS kesehatan serta ketenagakerjaaan.

Gunadi, salah seorang karyawan yang ikut dalam aksi tersebut mengungkapkan, demo yang dilakukan karyawan PT SBK dilakukan untuk menuntut gaji yang belum dibayarkan oleh perusahaan selama tiga bulan.

“Semua divisi ikut dalam aksi ini, baik pekerja yang dilapangan maupun yang bekerja di kantor,” katanya.

Gunadi mengungkapkan seluruh karyawan hingga tiga bulan ini belum bergaji. Selain tuntutan soal gaji, para karyawan PT SBK juga meminta agar manajemen menjelaskan kondisi perusahaan sebenarnya. Apalagi memang kondisi perusahaan disebutnya sudah tak lagi berjalan normal.

“Kadang berjalan dua hari tiga hari kemudian macet. Tapi status karyawan ini juga tak jelas. Apakah dirumahkan atau tidak. Manajemen ini tidak memberikan solusi, sehingga karyawan menjadi terkatung-katung,” sesalnya.

Gunadi yang sudah bekerja di SBK sejak 28 tahun lalu itu mengatakan cukup banyak tuntutan yang disampaikan ke pimpinan. Termasuk soal pesangon bagi karyawan yang pensiun atau yang telah dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Beberapa hal ini sudah disepakati oleh sejumlah perusahaan.

“Tinggal besok (Senin) kita menunggu penjelasan dari pimpinan pusat di Jakarta. Poin-poin yang sudah disepakati seperti usia pensiun kalau mengundurkan diri pesangonnya tetap dibayarkan,” katanya.

Ia pun mengungkapkan, kondisi perusahaan memang sudah mulai dirasakan goyah sejak 2010. Saat itu sudah beberapa kali dilakukan pengurangan karyawan. Gaji telat ini pun bukan yang pertama kali terjadi.

“Karyawan seluruhnya ada 996 orang. Kami sengaja aksi di hari Minggu karena melihat momennya, karena hari Minggu pun kami di lapangan tetap bekerja. Kebetulan manajemen ada di tempat hari ini,” jelasnya.

Senin ini, kata Gunadi sejumlah karyawan tetap akan bertahan di camp untuk menunggu kepastian serta terpenuhinya tuntutan pada perusahaan. Bila tak ada keputusan, maka karyawan juga akan terus bertahan.

“Bila keputusan pengurangan karyawan, kami pun siap, yang penting langsung dibayar hak-hak karyawan. Tidak ditunda-tunda sampai bertahun-tahun, apalagi dicicil,” tegasnya. (eko/jee)