Senin, 17 Februari 2020


Santri Terus Bertambah, Ponpes Bangun Lokal Tambahan

Editor:

elgiants

    |     Pembaca: 67
Santri Terus Bertambah, Ponpes Bangun Lokal Tambahan

TAMBAHAN LOKAL - Ponpes Bustanul Quran sedang membangun tambahan lokal. Ponpes pencetak penghapal Alquran ini berharap donasi untuk menuntaskan bangunan tersebut.

Beberapa tahun berkiprah di Kabupaten Melawi, Pondok Pesantren Bustanul Quran yang mencetak para hafiz ini terus berkembang. 

Saat ini dengan semakin banyaknya santri yang diasuh, kebutuhan lokal untuk pengembangan pondok juga ikut bertambah.

Pengasuh Ponpes Bustanul Quran, Joko Supeno Mukti mengatakan 2020 ini pihaknya terfokus untuk membangun lokal tambahan untuk mendukung aktivitas pondok. Ada 10 lokal ruang belajar yang kini sedang dibangun.

“Target kita, pada Agustus ini gedung baru tersebut sudah bisa ditempati,” ujarnya.

Bangunan yang masih membutuhkan tambahan dana ini dibangun murni dengan menggunakan dana yayasan serta sumbangan donatur yang peduli dengan Ponpes Bustanul Quran. 

Joko pun mengungkapkan, pihaknya masih menerima donasi untuk penyelesaian gedung baru tersebut.

“Kita harus menambah gedung baru karena jumlah santri yang mondok di Bustanul Quran sudah mencapai 500an santri. Dan setiap tahunnya jumlah santri akan terus bertambah. Apalagi sekolah formal yang berada di bawah Ponpes, mulai dari TK sampai MA sudah berjalan,” katanya.

Joko mengungkapkan, visi misinya untuk menjadikan sekolah-sekolah tersebut sebagai ikon unggulan Alquran. Selain menjadi wadah pencetak generasi penghapal Alquran, tentunya diharapkan juga sekolah yang berada dalam Ponpes Bustanul Quran bisa unggul secara akademik, prestasi serta sarana.

“Apalagi saat ini santri dan siswa yang mondok juga tak hanya dari Melawi, tapi hampir dari seluruh kabupaten di Kalbar sudah belajar disini,” ujar pria jebolan Fakultas Kehutanan UGM Yogjakarta ini.

Saat ini, lanjut Joko, Ponpes Bustanul Quran sudah memiliki 22 lokal yang dipergunakan sebagai aktivitas santri sehari-hari serta mendukung proses belajar mengajar sekolah formal di seluruh jenjang. 

Keberadaan 10 lokal tambahan inipun sebenarnya dinilai Joko belum mencukupi untuk kebutuhan pesantren.

“Kalau memang Pemda mau menghibahkan tanah pramuka yang berada dekat dengan pesantren, maka saya akan dirikan Universitas Sains dan Alquran Melawi,” harapnya. (eko susilo/bah)