Polsek Sungai Pinyuh Amankan Ayah Cabuli Anaknya Sendiri

Mempawah

Editor sutan Dibaca : 1906

Polsek Sungai Pinyuh Amankan  Ayah Cabuli Anaknya Sendiri
KEBIRI- Korea Selatan menjadi negara pertama di Asia yang melakukan hukuman kebiri kimia pada Juli 2011 untuk pelaku kejahatan seksual terhadap anak di bawah umur 16 tahun. (antaranews.com/ news.viva.com))
MEMPAWAH, SP – Bejat sekali ayah ini. Di usainya yang beranjak senja, dirinya tega menyetubuhi anaknya sendiri yang masih di bawah umur. Mengetahui perilaku buruk suaminya,  sang istri lantas melaporkannya ke Polsek Sungai Pinyuh.

Tersangka itu berinisial TDK, warga Kecamatan Sungai Pinyuh.
Kapolres Mempawah, AKBP Suharjimantoro melalui Kapolsek Sungai pinyuh, AKP Situngkir mengatakan,  berdasarkan keterangan korban yang masih berusia 14 tahun, perbuatan tercela tersebut dilakukan ayahnya semenjak korban duduk di kelas 3 SD.

Sementara,  korban saat ini korban sudah kelas 6 SD.
"Korban diiming-imingi dengan uang sebesar Rp 10.000 hingga Rp 15.000, perlakuan bejat tersebut telah dilakukannya selama tiga tahun," ungkap Situngkir, Jumat (29/1).

Situngkir mengatakan, perbuatan pelaku diketahui oleh ibunya setelah korban mengeluh kesakitan di bagian organ intimnya. Sang ibu langsung membawanya berobat ke bidan. "Hasil yang diperoleh ibunya dari keterangan bidan bahwa selaput darah korban mengalami luka robek," jelas Situngkir.

Mengetahui hal tersebut, ibunya langsung menanyakan kepada korban terkait rasa sakit yang dialaminya. "Korban mengakui bahwa ayahnya sering menindih dengan tak memakai baju," kata Situngkir.

Atas kejadian tersebut, ibu korban langsung melaporkan suaminya ke Polsek Sungai Pinyuh agar ditangkap. Berkat laporan tersebut, pihak Polsek Sungai Pinyuh langsung mendatangi tersangka di rumahnya dan membawanya ke Polsek Sungai Pinyuh. “Saat ini pelaku sudah diamankan di Polsek Sungai Pinyuh," kata Situngkir.

Atas perbuatan tersebut, TDK dikenai persetubuhan terhadap anak di bawah umur Pasal 76, Pasal 81 Ayat 1 dan 2 UU RI No 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. "Untuk ancaman hukuman pidananya lima tahun dan maksimal 15 tahun," kata Situngkir. (ben/bah)