Kehamilan Usia Dini di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat Tinggi

Mempawah

Editor sutan Dibaca : 1108

Kehamilan Usia Dini di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat Tinggi
ILUSTRASI (slideshare.net)
MEMPAWAH, SP – Kepala Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Mempawah, Ikke Wicaksono mengungkapkan bahwa remaja Mempawah saat ini banyak yang hamil di usia dini.
"Jadi untuk di Kalbar, Mempawah termasuk daerah terbesar angka kehamilan di usia dini," ungkap Ikke, beberapa waktu lalu.

Upaya untuk mencegah kehamilan di usia muda, Ikke mengajak Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Mempawah untuk melibatkan sekolah dalam upaya pencegahan tersebut. "Tindakan itu dilakukan sebagai upaya mencegah perlakukan yang menyimpang," kata Ikke.

Di sekolah, pihaknya akan melarang remaja untuk menikah di usia dini. Tak hanya itu, pihaknya juga melarang agar tak mempunyai anak secara dini. "Jika menikah untuk mencegah perbuatan menyimpang, mungkin itu boleh saja. Namun jangan punya anak dulu karena akan sangat berisiko," ungkap Ikke.

Tokoh Pemuda Kecamatan Sungai Pinyuh, Rahmadi (27) meminta pihak terkait gencar menyosialisasikan risiko-risiko pernikahan dini. Pernikahan yang dilangsungkan oleh pasangan yang tak matang secara umur dan psikologi, kata Rahmadi, sangat rentan pada perpecahan.
“Sosialisasi di sekolah-sekolah itu baik. Pihak-pihak terkait harus bekerja keras untuk menekan angka pernikahan dini di Mempawah. Sebab, pernikahan dini lebih mungkin labil,” kata Rahmadi.

Pernikahan, kata Rahmadi, ideal dilakukan oleh pasangan yang matang secara psikologi dan ekonomi. Orangtua, diharapkan juga dapat memberi pengajaran terkait hal itu kepada anak-anaknya. “Jangan sampai melegalkan anak menikah di usia dini. Orangtua harus berpartisipasi untuk menolaknya,” kata Rahmadi. (ben/bah)