Petugas Rutan Kelas II B Mempawah Negatif Narkoba

Mempawah

Editor sutan Dibaca : 1211

Petugas Rutan Kelas II B Mempawah Negatif  Narkoba
TES URINE – Sejumlah petugas Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Barat mengetes urine salah satu warga binaan di Rutan Kelas II B Mempawah pada inspeksi mendadak (sidak), Kamis (18/2). Sidak itu digelar untuk menangkis anggapan masyarakat
MEMPAWAH, SP – Menjawab kecurigaan masyarakat ihwal lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan negara (rutan) sebagai sarang peredaran narkoba, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Barat menggelar inspeksi mendadak (sidak) di Rutan Kelas II B Mempawah, Kamis (18/2).

Sebanyak 16 orang yang terdiri atas 11 petugas rutan dan lima warga binaan rutan dites urine. Hasilnya, petugas Kanwil Kemenkum HAM Kalbar tak menemukan satu pun terdeteksi positif narkoba.

Namun, satu di antaranya terdeteksi positif mengonsumsi obat kesehatan. “Jadi saat dicek, memang ditemukan obat untuk penyakit pada satu di antara warga binaan tersebut. Pengetesan terhadap warga binaan itu dilakukan secara acak," kata Kepala Divisi Pemasyarakatan Kanwil Kemenkum HAM Kalbar, Darmadji.

Darmadji mengatakan, sidak mendadak yang dilakukan pihaknya guna menangkal anggapan masyarakat bahwa di rutan maupun lapas merupakan tempat beredarnya narkoba.
"Banyak masyarakat menganggap bahwa di rutan dan lapas itu sebagai tempat peredaran narkoba. Nah saat ini, kami ingin membuktikan mengenai anggapan masyarakat tersebut," jelas Darmadji.

Tak hanya mengetes urine, pihaknya juga memeriksa barang-barang warga binaan serta pemusnahan barang-barang milik warga binaan seperti Compact Disc (CD), cas HP, korek api dan modem yang memang tak diperkenankan ada di rutan. "Barang-barang yang tak boleh masuk ke rutan, kami sita dan musnahkan. Seperti sendok dan garpu, kami sita karena bisa saja dijadikan sebagai senjata tajam," jelas Darmadji.

Rencana awal, kata Darmadji, pihaknya akan menetes urine 20 orang. Namun empat petugas lainnya sedang pulang untuk piket. “Nantinya (yang belum dites urine) akan dilakukan pengetesan oleh Karutan (Kepala Rutan)-nya," kata Darmadji.

Perketat Pengawasan


Sementara Kepala Rutan Kelas II B Mempawah, Indra Pitoy mengatakan, sidak oleh Kanwil Kemenkum HAM Kalbar dilakukan secara mendadak, baik kepada petugas maupun kepada warga binaan. Indra menyebutkan, Rutan Kelas II B Mempawah ditempati 216 warga binaan. Sebanyak 11 di antaranya adalah wanita, sementara selebihnya diisi pria.
"Dari 216 warga binaan tersebut, 20 orang di antaranya masuk (rutan) karena kasus narkoba," ungkap Indra.

Indra berharap sidak ini dapat dilakukan secara bertahap agar Rutan Kelas II B Mempawah bersih dari peredaran narkoba. "Kami akan terus upayakan pengetatan dan peningkatan dalam keluar masuknya barang di Rutan Mempawah," ungkap Indra.

Salah seorang warga Kecamatan Mempawah Timur, Mulyadi (36) berharap Kanwil Kemenkum HAM Kalbar intens menggelar sidak di rutan atau lapas. Anggapan masyarakat yang berbunyi bahwa rutan menjadi tempat peredaran narkoba yang melibatkan petugas lapas bukan anggapan tanpa dasar.

“Saya kira anggapan itu tantangan nyata dari masyarakat kepada pihak-pihak terkait untuk membuktikannya. Untuk membuktikannya, maka harus intens menggelar sidak,” kata Mulyadi. (ben/bah)