Korban Keracunan Cokelat Diary Milk Kembali Dilarikan ke Puskesmas Rawat Inap Jungkat, Kabupaten Mempawah

Mempawah

Editor sutan Dibaca : 914

Korban Keracunan Cokelat  Diary Milk  Kembali Dilarikan ke Puskesmas Rawat Inap Jungkat, Kabupaten Mempawah
DIRAWAT – Beberapa siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 10 Sungai Nipah, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah, yang keracunan makanan cokelat Diary Milk masih dirawat di Puskesmas Rawat Inap Jungkat, Kecamatan Siantan, Rabu (2/3). Sebanyak 87 siswa di sekola
MEMPAWAH, SP – Setelah sempat pulang ke rumahnya, Syarif Taufik (8), satu dari 87 siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) 10 Sungai Nipah, Kecamatan Siantan, Kabupaten Mempawah, yang keracunan cokelat merk diary milk kembali dilarikan ke Puskesmas Rawat Inap Jungkat, Kecamatan Siantan, Rabu (2/3).

Ibunya, Syarifah Fatimah, terpaksa membawanya ke puskesmas setelah melihat wajah anaknya membiru dan pucat.
Dihampiri Suara Pemred, kondisi Taufik tampak lemas. Ia terbaring dengan wajah pucat pasi. "Kepala saya masih sakit, perut juga masih sakit" kata Taufik singkat ketika Suara Pemred menanyakan kondisi tubuhnya.

Taufik mengaku sedih. Sebab, dengan kondisi badannya yang masih lemah, dirinya tak bisa masuk sekolah. “Sekolah sudah mengizinkan saya tidak masuk sekolah,” ujar Taufik.

Sang ibu, Fatimah terlihat menemani anaknya di puskesmas. Fatimah mengaku Taufik sempat pulang ke rumah pada Rabu (2/3) pagi. Namun sekitar pukul 10.00 WIB, kata Fatimah, Taufik mulai mengalami sakit di kepala dan perut serta sesak napas.
"Melihat itu saya menyuruh anak saya istirahat. Namun pada saat saya lihat ke kamar, wajah anak saya sudah membiru karena sulit bernafas," ungkap Fatimah.

Bersama salah seorang keponakannya, Fatimah melarikan Taufik kembali ke Puskesmas Rawat Inap Jungkat, Kecamatan Siantan. "Tadi petugas puskesmas langsung memberikan pertolongan dengan memasangkan infus, oksigen dan obat," kata Fatimah.

Tak lama berselang, kondisi Taufik berangsur pulih meski masih terlihat gurat-gurat lemah di wajahnya.

Dilarang Makanan Instan
Sementara Kepala Puskesmas Rawat Inap Jungkat, Kecamatan Siantan, Sri Lestari  mengatakan, korban yang diduga karena keracunan cokelat diary milk tinggal 6 pasien yang masih dirawat di puskesmas. "Jadi, dari 87 Siswa SDN 10 Sungai Nipah, tersisa 6 siswa yang masih dirawat," kata Sri Lestari.

Sri Lestari mengatakan, dengan penanganan medis yang diberikan petugas puskesmas, dirinya memperkirakan pada sore anak-anak yang diduga keracunan cokelat itu bisa kembali ke rumah. Namun, jika anak-anak tersebut mengeluhkan sakit kembali, diharapkan untuk dibawa ke puskesmas kembali.

"Dokter stand by (siaga) di puskesmas ini. Bahkan malam harinya pun ada dokter yang stand by,” ungkap Sri Lestari. Sri Lestari mengatakan, kondisi anak-anak yang diduga keracunan cokelat akan aman setelah melewati waktu lebih dari 24 jam. Namun, orang tua harus memperhatikan pola makan mereka.

"Tadi saya sempat menegur satu di antara orangtua siswa yang keracunan karena memberikan minuman ale-ale kepada anaknya. Itu yang tak di inginkan. Selagi masa penyembuhan, anak sebaiknya tak diberikan makanan instan," jelas Sri Lestari. (ben/bah)