Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Blusukan ke Kabupaten Mempawah

Mempawah

Editor sutan Dibaca : 844

Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta Blusukan  ke Kabupaten Mempawah
Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta dan Bupati Mempawah Ria Norsan berada di lokasi budi daya ikan tawar di tepi Sungai Mempawah, Jumat (8/4). (SUARA PEMRED/ RUBEN PERMANA)
Mempawah, SP - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI, Oesman Sapta blusukan di kawasan rencana pelabuhan internasional yang akan di bangun di kawasan Pantai Kijing, Kecamatan Sungai Kunyit, Kabupaten Mempawah, Jumat (8/4).

Selain itu, Oesman juga melakukan kunjungan kerja sosialisasi empat pilar dan menebar benih ikan di keramba tepi Sungai Mempawah. Sekitar pukul 10.30 WIB helikopter yang membawa Oesman Sapta dari Pontianak mendarat di Lapangan Kantor Bupati Mempawah.

Mengenakan baju krem dan peci, Oesman Sapta disambut Bupati Ria Norsan.
Ia mengatakan, pembangunan pelabuhan internasional yang telah ditempatkan di Kabupaten Mempawah, tentunya akan mendukung perekonomian warga. "Tentunya, Kabupaten Mempawah bisa lebih maju dari kabupaten/kota lainnya di Kalbar, dengan adanya pelabuhan internasional," jelas Oesman.

Ia mengatakan, rencana pembangunan pelabuhan internasional di Kabupaten Mempawah, tak lepas dari peran bupati Kabupaten Mempawah, Ria norsan. "Karena, pembangunan pelabuhan ini juga tak luput dari peran bupati sekarang. Jika bukan beliau, mungkin pelabuhan itu bisa saja di tempatkan di Sambas atau di Ketapang," tegasnya.

Sementara, Bupati Mempawah, Ria Norsan mengatakan, rencana pelabuhan internasional di kawasan Pantai Kijing, Kecamatan Sungai Kunyit masih akan melakukan pembebasan tanah. "Jadi, sekarang kita sudah akan melakukan pembebasan lahan, kemudian membentuk tim penilaian harga. Hal itu mengacu pada UU Nomor 2 Tahun 2014, untuk kepentingan umum," jelasnya.

Ia mengatakan, pembebasan awal pembebasan lahan sekitar 200 hektar untuk ground breakingnya. Namun, pihaknya menyiapkan luas sekitar 1350 hektar. "Jadi, pembebasan lahan awalnnya sekitar 200 hektar tersebut, diperkirakan sekitar bulan Juni-Juli 2016 mudah mudah selesai," jelasnya.

Ia mengatakan, pembangunan pelabuhan dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), maka diperkirakan harus sekitar 5 ribu hektar. Diperkirakan akan masuk dalam tujuh desa di Kabupaten Mempawah. "Jadi, jika masuk sama kawasan ekonomi khusus, maka diperkirakan akan masuk Kecamatan Sadaniang, dan kawasan Sungai Kunyit," jelasnya.

Menurutnya, jika pembebasan tanah selesai pada Juni atau Juli, pada Agustus sudah akan dibangun ground breaking pelabuhan. Pembangunan pelabuhan kemudian akan dilanjutkan dengan pengerjaan tahap I oleh Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II.

Ketua DPRD Mempawah, Rahmad Satria mengatakan rencana pembangunan pelabuhan internasional di kawasan Sungai Kunyit jangan hanya wacana. "Jadi, masyarakat sangat menantikan dibangunnya pelabuhan internasional yang katakannya banyak manfaatnya," jelasnya.

Ia mengatakan, berkaca dari sebelumnya pada Pelabuhan Kuala Mempawah yang banyak menghabiskan puluhan miliar, namun tak ada manfaatnya. Saat ini telah dipindahkan ke kawasan Sungai Kunyit, dan disetujui. “Dalam pembangunan ini, diharapkan bisa dipercepat pembangunannya, karena masyarakat sudah banyak menantikan," jelasnya.

Rombongan Oesman Sapta dan Ria Norsan melanjutkan ke lokasi budi daya ikan tawar di tepi Sungai Mempawah. Di tempat ini, Oesman Sapta menebar benih ikan dan pakan.

Di sepanjang Sungai Mempawah terdapat sekitar 3.228 keramba dari 246 pembudidaya yang sudah ada sejak 1989, mereka membudidayakan ikan mas, nila, patin, dan lele. Setelah itu, rombongan Wakil Ketua MPR menunaikan shalat Jumat di Masjid Al Falah, Mempawah. (ben/ant/lis)