Polres Mempawah Ringkus Pelaku Cabul Siswa SD

Mempawah

Editor sutan Dibaca : 1066

Polres Mempawah Ringkus Pelaku Cabul Siswa SD
ILUSTRASI (republika.co.id)
MEMPAWAH, SP – Satu dari dua pelaku tindakan pencabulan terhadap Melati (bukan nama sebenarnya) berhasil diringkus Kepolisian Resort Mempawah.   Kedua pelaku yang warga Kecamatan Anjongan itu diketahui kerabat korban, masing-masing D (30) dan U (50).  
Ayah korban, A (32) mengaku peristiwa pencabulan yang dialami anaknya yang masih berusia delapan tahun itu terjadi beberapa bulan silam.
  A ketika itu  sedang bekerja di Balai Karangan, Kabupaten Sanggau. "Jadi, anak saya tinggal di tempat neneknya di Kecamatan Anjongan. Anak saya menceritakan ke neneknya serta adiknya kalau dia telah dicabuli beberapa kali oleh dua orang itu," ungkapnya, Senin (9/5).

 A mengatakan bahwa tindakan bejat dua kerabat terhadap anaknya dilakukan sejak akhir 2015 silam. "Anak saya baru menginjak kelas dua SD. Dia tak mungkin bohong saat menceritakan kejadian itu kepada mertua saya (nenek korban)," katanya. Mengetahui anaknya menjadi korban pencabulan,

A langsung mendatangi Polsek Anjongan untuk melaporkan peristiwa pencabulan itu.  "Dari Polsek Anjongan, kami langsung diarahkan ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID)  Mempawah dan minta didampingi untuk membuat laporan ke Polres Mempawah sekitar 2 Mei silam," jelasnya.


 Usai membuat laporan, korban lantas divisum di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Rubini Mempawah. " Saat ini satu di antara pelaku sudah melarikan diri. Kami harapkan pelaku secepatnya ditangkap," katanya.

A mengungkapkan bahwa anaknya kini mengalami trauma. Korban sulit disuruh makan, di sekolah pun agak susah bergaul dengan temannya. Korban selalu teringat dengan peristiwa saat dia diikat dan langsung dicabuli.

Sementara Ketua KPAID Mempawah, Kusmayadi membenarkan bahwa telah terjadinya peristiwa pencabulan terhadap Melati (8), warga Anjongan oleh dua orang kerabat korban. "Kejadian itu sudah berlangsung sejak 6-7 bulan silam, namun baru diketahui setelah mendengar dari cerita mertua dan adiknya. Korban diikat di kawasan hutan perbukitan di Anjongan, lalu dicabuli," ungkapnya.

Ia mengatakan, sebaiknya ayah korban tidak terlalu menggembar-gemborkan kejadian yang dialami anaknya. Sebab dikhawatirkan pelaku pencabulan kabur. "Karena tentunya pihak kepolisian melakukan penangkapan terhadap tersangka harus berdasarkan laporan dan hasil visum. Sementara hari ini (kemarin) baru keluar hasil visumnnya," katanya.

 Meski demikian, ia berharap polisi dapat bekerja maksimal dengan menangkap pelaku pencabulan dengan segera.


Selaput Darah Robek

Kepala Satuan Reskrim Polres Mempawah, AKP Prayitno mengatakan, usai mendapat laporan dan hasil visum, pihaknya langsung melacak dan menangkap D (30), satu dari dua pelaku pencabulan di rumahnya. “Menurut keterangan pelaku, pelaku melakukan perbuatan itu empat hingga lima kali," ungkapnya.

 Ia mengungkapkan bahwa korban dicabuli di lokasi yang berbeda-beda. "Satu tersangka lainnya masih dalam sidik dan akan di tindaklanjuti," katanya.

Berdasar hasil visum, di bagian kemaluan korban terdapat tanda-tanda telah dimasuki benda tumpul karena selaput darah robek, bahkan ada bintik-bintik bernanah. "Pelaku diperkirakan akan dikenai persetubuhan terhadap anak di bawah umur, pasal 81 ayat 1 dan 2, UU Nomor 35 atas perubahan atas UU Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman 15 tahun," pungkasnya. (ben/bah)